Selasa, 10 Mei 2011

Grand livina 1500 xv -09

grand livina 1500 xv
th 2009/mt
warna abu abu metalik
pajak 01.2012
service nissan
km.52700
sarung jok kulit
assuransi : allianz
harga rp.150.000.000 - nego

lokasi : tangerang
hub : 085880031338
mulus sekali - siap pakai 

Share |
grand livina 1500 xv
th 2009/mt
warna abu abu metalik
pajak 01.2012
service nissan
km.52700
sarung jok kulit
assuransi : allianz
harga rp.150.000.000 - nego

lokasi : tangerang
hub : 085880031338
mulus sekali - siap pakai 

Share |

Tips Makanan Mengurangi Stres PMS

Siapapun pasti berusaha menghindari kram perut, sakit kepala, perut kembung, hingga perubahan mood akibat PMS dengan berbagai cara. Dari minum jamu, hingga akupunktur. Bila Anda mau, sebenarnya Anda bisa melawan gejala PMS ini dengan meditasi, olahraga, dan mengonsumsi makanan "super". Jika Anda mengalami gejala PMS tiap bulan, simak makanan apa saja yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi gejala tersebut.

Susu
Studi menunjukkan, konsumsi kalsium sekitar 1.200 mg per hari memberikan pengaruh positif terhadap siklus menstruasi. Masih belum jelas bagaimana kalsium dapat membantu mengurangi nyeri PMS, namun para peneliti meyakini bahwa bahwa mineral ini memengaruhi keseimbangan estrogen dalam tubuh. Sayangnya, suplemen kalsium tidak bekerja sebaik bahan makanan alami untuk melawan PMS. Anda harus mengonsumsinya dari susu, yogurt, atau keju. Jika Anda kurang menyukai produk-produk olahan susu, pilih sayuran seperti brokoli atau kale.

Ikan
Anda mungkin sering mengonsumsi ikan sarden kalengan tanpa mengetahui manfaatnya. Padahal, ikan ini akan menjadi superfood bila dikonsumsi dalam versi yang segar. Ikan-ikan mungil ini pada dasarnya bebas merkuri, dan kaya akan omega-3, asam lemak yang telah terbukti mampu mengurangi kram perut akibat menstruasi. Selain itu, sarden juga mengandung kalsium. Kandungan kalsium dalam porsi 85 gr sama dengan 236 ml susu. Bila tak menemukan sarden, salmon bisa jadi penggantinya.

Pisang
Vitamin B6 telah terbukti mampu mengurangi gejala PMS dan PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder), seperti payudara yang menegang, retensi air, dan mood yang berubah-ubah. Lipatgandakan kebaikan vitamin B6 ini dengan sarapan yang baik untuk jantung seperti oatmeal dan pisang, yang juga kaya akan vitamin B6. Bila tak suka pisang, Anda juga bisa mengonsumsi ayam dan tuna sirip kuning.

Biji-bijian
Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti biji buah labu, biji bunga matahari, kacang, dan kacang mete. Bahan makanan ini diketahui kaya akan magnesium, yang mampu membantu mengatasi kembung dan mood swing. Magnesium diperlukan untuk meneruskan kalsium ke tulang, namun tang perlu Anda perhatikan, terlalu banyak kalsium dapat menghambat penyerapan magnesium di dalam tubuh. Untuk menetralkannya, jangan mengonsumsi kalsium secara berlebihan. Selain itu, makanlah makanan yang mengandung magnesium ini terpisah dari makanan berkalsium.

Nenas
Selain mengandung vitamin A, B, dan C, nenas kaya akan kandungan mangan. Mineral ini telah terbukti mampu meningkatkan mood dan mengurangi retensi air, sehingga Anda terbebas dari problem perut kembung. Penelitian juga menunjukkan bahwa mangan meningkatkan kadar serotonin, neurotransmitter yang bertindak sebagai antidepresi alami. Selain nenas, mangan juga bisa ditemukan dalam nasi merah, kacang garbanzo, dan rasberi.

Sumber: FitSugar
Siapapun pasti berusaha menghindari kram perut, sakit kepala, perut kembung, hingga perubahan mood akibat PMS dengan berbagai cara. Dari minum jamu, hingga akupunktur. Bila Anda mau, sebenarnya Anda bisa melawan gejala PMS ini dengan meditasi, olahraga, dan mengonsumsi makanan "super". Jika Anda mengalami gejala PMS tiap bulan, simak makanan apa saja yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi gejala tersebut.

Susu
Studi menunjukkan, konsumsi kalsium sekitar 1.200 mg per hari memberikan pengaruh positif terhadap siklus menstruasi. Masih belum jelas bagaimana kalsium dapat membantu mengurangi nyeri PMS, namun para peneliti meyakini bahwa bahwa mineral ini memengaruhi keseimbangan estrogen dalam tubuh. Sayangnya, suplemen kalsium tidak bekerja sebaik bahan makanan alami untuk melawan PMS. Anda harus mengonsumsinya dari susu, yogurt, atau keju. Jika Anda kurang menyukai produk-produk olahan susu, pilih sayuran seperti brokoli atau kale.

Ikan
Anda mungkin sering mengonsumsi ikan sarden kalengan tanpa mengetahui manfaatnya. Padahal, ikan ini akan menjadi superfood bila dikonsumsi dalam versi yang segar. Ikan-ikan mungil ini pada dasarnya bebas merkuri, dan kaya akan omega-3, asam lemak yang telah terbukti mampu mengurangi kram perut akibat menstruasi. Selain itu, sarden juga mengandung kalsium. Kandungan kalsium dalam porsi 85 gr sama dengan 236 ml susu. Bila tak menemukan sarden, salmon bisa jadi penggantinya.

Pisang
Vitamin B6 telah terbukti mampu mengurangi gejala PMS dan PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder), seperti payudara yang menegang, retensi air, dan mood yang berubah-ubah. Lipatgandakan kebaikan vitamin B6 ini dengan sarapan yang baik untuk jantung seperti oatmeal dan pisang, yang juga kaya akan vitamin B6. Bila tak suka pisang, Anda juga bisa mengonsumsi ayam dan tuna sirip kuning.

Biji-bijian
Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti biji buah labu, biji bunga matahari, kacang, dan kacang mete. Bahan makanan ini diketahui kaya akan magnesium, yang mampu membantu mengatasi kembung dan mood swing. Magnesium diperlukan untuk meneruskan kalsium ke tulang, namun tang perlu Anda perhatikan, terlalu banyak kalsium dapat menghambat penyerapan magnesium di dalam tubuh. Untuk menetralkannya, jangan mengonsumsi kalsium secara berlebihan. Selain itu, makanlah makanan yang mengandung magnesium ini terpisah dari makanan berkalsium.

Nenas
Selain mengandung vitamin A, B, dan C, nenas kaya akan kandungan mangan. Mineral ini telah terbukti mampu meningkatkan mood dan mengurangi retensi air, sehingga Anda terbebas dari problem perut kembung. Penelitian juga menunjukkan bahwa mangan meningkatkan kadar serotonin, neurotransmitter yang bertindak sebagai antidepresi alami. Selain nenas, mangan juga bisa ditemukan dalam nasi merah, kacang garbanzo, dan rasberi.

Sumber: FitSugar

Senin, 09 Mei 2011

Legging bisa Menggangu Kesehatan Anda?

Legging adalah satu dari bawahan favorit para wanita. Rasa nyaman dan simpel memang bisa didapatkan dengan mengenakan legging. Tetapi tahukah Anda kalau mengenakan legging bisa membuat gemuk.

Itu karena legging bisa memicu otot "malas" dan perut tidak tersangga dengan baik sehingga cenderung menggelambir. Beberapa ahli fisioterapi memperingatkan hal ini karena banyak wanita menjadikan legging sebagai celana sehari-hari.

"Legging terasa nyaman dan bisa membuat penampilan tetap menarik, tetapi ada sisi negatifnya. Legging memang menyangga quadriceps [otot paha], otot bokong dan inti otot pada perut dan melakukan fungsi yang seharusnya dilakukan otot. Akibatnya, otot tidak bekerja dan jadi tidak kencang," kata Sammy Margo, ahli fisioterapi, seperti dikutip dari Daily Mail.

Hal ini diperburuk dengan fungsi legging yang bisa menutupi kekurangan kaki, seperti kaki yang besar atau selulit di sekitar betis. Fungsi ini ternyata bisa membuat wanita malas untuk berolahraga demi mendapatkan kaki yang indah.

"Legging menyembunyikan bagian kaki yang tidak kita sukai. Sehingga kita cenderung malas untuk berolahraga demi memperbaikinya," kata Margo.

Bukan hanya wanita biasa yang suka mengenakan legging. Michelle Obama, Gwyneth Paltrow, Katy Perry dan Victoria Beckham, terlihat seringkali mengenakan legging pada beberapa kesempatan. Bahkan di panggung fashion, legging mendapat tempat tersendiri dan lycra legging mulai jadi tren pada 2006.

Jika memang Anda termasuk pecinta legging, sebaiknya kurang risiko otot "malas" dan perut menggelambir dengan latihan harian. Hal ini demi mendapatkan kembali kekuatan otot dan tubuh menjadi lebih kencang.

Berjalan kaki dengan memasang beban bisa Anda lakukan atau latihan menahan perut lalu melepaskannya. Caranya cukup mudah, cukup tahan perut selama lima detik lalu lepaskan.

"Tahan perut lalu lepaskan sambil membuang napas. Kalau perlu, ikat seutas tali di sekitar perut dan biarkan sepanjang hari," kata Margo.

Ide mengikat tali di perut adalah untuk menjaga agar Anda tetap menahan perut meskipun mengenakan legging. Dengan cara ini otot tetap bekerja dengan efektif. Butuh waktu sekitar enam minggu untuk melihat hasilnya.
Legging adalah satu dari bawahan favorit para wanita. Rasa nyaman dan simpel memang bisa didapatkan dengan mengenakan legging. Tetapi tahukah Anda kalau mengenakan legging bisa membuat gemuk.

Itu karena legging bisa memicu otot "malas" dan perut tidak tersangga dengan baik sehingga cenderung menggelambir. Beberapa ahli fisioterapi memperingatkan hal ini karena banyak wanita menjadikan legging sebagai celana sehari-hari.

"Legging terasa nyaman dan bisa membuat penampilan tetap menarik, tetapi ada sisi negatifnya. Legging memang menyangga quadriceps [otot paha], otot bokong dan inti otot pada perut dan melakukan fungsi yang seharusnya dilakukan otot. Akibatnya, otot tidak bekerja dan jadi tidak kencang," kata Sammy Margo, ahli fisioterapi, seperti dikutip dari Daily Mail.

Hal ini diperburuk dengan fungsi legging yang bisa menutupi kekurangan kaki, seperti kaki yang besar atau selulit di sekitar betis. Fungsi ini ternyata bisa membuat wanita malas untuk berolahraga demi mendapatkan kaki yang indah.

"Legging menyembunyikan bagian kaki yang tidak kita sukai. Sehingga kita cenderung malas untuk berolahraga demi memperbaikinya," kata Margo.

Bukan hanya wanita biasa yang suka mengenakan legging. Michelle Obama, Gwyneth Paltrow, Katy Perry dan Victoria Beckham, terlihat seringkali mengenakan legging pada beberapa kesempatan. Bahkan di panggung fashion, legging mendapat tempat tersendiri dan lycra legging mulai jadi tren pada 2006.

Jika memang Anda termasuk pecinta legging, sebaiknya kurang risiko otot "malas" dan perut menggelambir dengan latihan harian. Hal ini demi mendapatkan kembali kekuatan otot dan tubuh menjadi lebih kencang.

Berjalan kaki dengan memasang beban bisa Anda lakukan atau latihan menahan perut lalu melepaskannya. Caranya cukup mudah, cukup tahan perut selama lima detik lalu lepaskan.

"Tahan perut lalu lepaskan sambil membuang napas. Kalau perlu, ikat seutas tali di sekitar perut dan biarkan sepanjang hari," kata Margo.

Ide mengikat tali di perut adalah untuk menjaga agar Anda tetap menahan perut meskipun mengenakan legging. Dengan cara ini otot tetap bekerja dengan efektif. Butuh waktu sekitar enam minggu untuk melihat hasilnya.

Minggu, 08 Mei 2011

Cara Ampuh Menunda Penuaan

Alat musik berperan menurunkan efek penuaan terutama terkait pendengaran. Sebuah studi di Amerika Serikat mengungkap, mereka yang akrab dengan alat musik sepanjang hidupnya memiliki kemampuan pendengaran dan memori lebih baik dibandingkan mereka yang tak pernah menyentuh musik.

"Berlatih musik seumur hidup dapat memperpanjang usia, meningkatkan memori, dan meningkatkan kemampuan mendengar pidato dalam kebisingan,” kata Nina Kraus, penulis studi yang menjabat sebagai Direktur Auditory Neuroscience Laboratory di Northwestern University, Amerika Serikat, seperti dikutip Daily Mail.

Dalam studinya, peneliti melibatkan 18 orang musisi dan 19 non-musisi usia 45 hingga 65 tahun. Mereka meminta responden mendengarkan pidato dalam suasana bising. Mereka juga melakukan serangkaian tes seperti uji memori visual, kemampuan merekam suara, dan kemampuan mendengar.

Para musisi belajar memainkan alat musik sejak usia dini atau di bawah sembilan tahun dan masih aktif hingga kini, berhasil mengalahkan kelompok non-musisi dalam semua tes. Tetapi, dalam uji kemampuan kerja memori visual, kedua kelompok menunjukkan kemampuan hampir identik.

Dokter Kraus mengatakan, pengalaman mengekstraksi suara dari beraneka ragam alat musik dan mengingat urutan suara meningkatkan pengembangan keterampilan pendengaran. "Bermain musik melibatkan kemampuan mereka untuk mengambil pola yang relevan, termasuk suara mereka sendiri, instrumen, harmoni, dan ritme."

Dr Kraus mengatakan, berlatih musik bisa meningkatkan sistem saraf memori dan pendengaran. "Pengalaman bermusik bisa memerangi masalah komunikasi yang berkaitan dengan usia," katanya seraya menambahkan bahwa studi ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLoS One edisi terbaru.

Memperkuat temuan itu, studi lain mengungkap bahwa memberikan anak kursus musik bisa menjadi suatu pelatihan untuk meningkatkan konsentrasi belajarnya di sekolah. Belajar musik juga dapat mengurangi beberapa efek negatif penuaan.

sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/220666-bermusik-dapat-memperlambat-efek-penuaan
Alat musik berperan menurunkan efek penuaan terutama terkait pendengaran. Sebuah studi di Amerika Serikat mengungkap, mereka yang akrab dengan alat musik sepanjang hidupnya memiliki kemampuan pendengaran dan memori lebih baik dibandingkan mereka yang tak pernah menyentuh musik.

"Berlatih musik seumur hidup dapat memperpanjang usia, meningkatkan memori, dan meningkatkan kemampuan mendengar pidato dalam kebisingan,” kata Nina Kraus, penulis studi yang menjabat sebagai Direktur Auditory Neuroscience Laboratory di Northwestern University, Amerika Serikat, seperti dikutip Daily Mail.

Dalam studinya, peneliti melibatkan 18 orang musisi dan 19 non-musisi usia 45 hingga 65 tahun. Mereka meminta responden mendengarkan pidato dalam suasana bising. Mereka juga melakukan serangkaian tes seperti uji memori visual, kemampuan merekam suara, dan kemampuan mendengar.

Para musisi belajar memainkan alat musik sejak usia dini atau di bawah sembilan tahun dan masih aktif hingga kini, berhasil mengalahkan kelompok non-musisi dalam semua tes. Tetapi, dalam uji kemampuan kerja memori visual, kedua kelompok menunjukkan kemampuan hampir identik.

Dokter Kraus mengatakan, pengalaman mengekstraksi suara dari beraneka ragam alat musik dan mengingat urutan suara meningkatkan pengembangan keterampilan pendengaran. "Bermain musik melibatkan kemampuan mereka untuk mengambil pola yang relevan, termasuk suara mereka sendiri, instrumen, harmoni, dan ritme."

Dr Kraus mengatakan, berlatih musik bisa meningkatkan sistem saraf memori dan pendengaran. "Pengalaman bermusik bisa memerangi masalah komunikasi yang berkaitan dengan usia," katanya seraya menambahkan bahwa studi ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLoS One edisi terbaru.

Memperkuat temuan itu, studi lain mengungkap bahwa memberikan anak kursus musik bisa menjadi suatu pelatihan untuk meningkatkan konsentrasi belajarnya di sekolah. Belajar musik juga dapat mengurangi beberapa efek negatif penuaan.

sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/220666-bermusik-dapat-memperlambat-efek-penuaan

Sabtu, 07 Mei 2011

Obat Mujarap Kurangi Bau Badan

Produksi keringat terkadang lebih dari biasanya. Terutama, ketika Anda memiliki aktivitas yang padat. Hal ini bisa membuat aroma tubuh menjadi tidak sedap.

Untuk mencegahnya, ada empat langkah mudah yang bisa Anda lakukan. Ketahui cara alami mencegah munculnya bau badan berikut, yang dilansir dari Prevention.

1. Pilih busana berbahan alami
Dalam memilih busana pilih yang terbuat dari bahan alami seperti katun. Itu karena daya serap keringatnya lebih baik daripada bahan sintetis. Jadi, sangat penting mempertimbangkan bahan pakaian yang Anda gunakan sebelum beraktivitas.

2. Kurangi konsumsi bawang
Bukan hanya membuat napas tidak sedap, mengonsumsi makanan yang mengandung banyak bawang bisa membuat keringat lebih berbau. Cobalah untuk mengurangi makanan yang mengandung banyak bawang.

3. Gunakan cuka apel
"Cuka apel adalah deodoran alami, aplikasikan saja di area ketiak,” says Georgianna Donadio, PhD. Ia menyarankan mengoleskan cuka apel dengan menggunakan kapas di area ketiak, untuk mencegah bau badan.

4. Kurangi konsumsi daging
Ekstrak protein dan minyak dari daging akan keluar melalui keringat. Hal ini bisa memicu aroma yang tidak sedap. Untuk itu, kurangi konsumsi daging dan perbanyak makan sayuran. (umi)

Sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/216237-cara-alami-mencegah-bau-badan
Produksi keringat terkadang lebih dari biasanya. Terutama, ketika Anda memiliki aktivitas yang padat. Hal ini bisa membuat aroma tubuh menjadi tidak sedap.

Untuk mencegahnya, ada empat langkah mudah yang bisa Anda lakukan. Ketahui cara alami mencegah munculnya bau badan berikut, yang dilansir dari Prevention.

1. Pilih busana berbahan alami
Dalam memilih busana pilih yang terbuat dari bahan alami seperti katun. Itu karena daya serap keringatnya lebih baik daripada bahan sintetis. Jadi, sangat penting mempertimbangkan bahan pakaian yang Anda gunakan sebelum beraktivitas.

2. Kurangi konsumsi bawang
Bukan hanya membuat napas tidak sedap, mengonsumsi makanan yang mengandung banyak bawang bisa membuat keringat lebih berbau. Cobalah untuk mengurangi makanan yang mengandung banyak bawang.

3. Gunakan cuka apel
"Cuka apel adalah deodoran alami, aplikasikan saja di area ketiak,” says Georgianna Donadio, PhD. Ia menyarankan mengoleskan cuka apel dengan menggunakan kapas di area ketiak, untuk mencegah bau badan.

4. Kurangi konsumsi daging
Ekstrak protein dan minyak dari daging akan keluar melalui keringat. Hal ini bisa memicu aroma yang tidak sedap. Untuk itu, kurangi konsumsi daging dan perbanyak makan sayuran. (umi)

Sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/216237-cara-alami-mencegah-bau-badan

Kamis, 05 Mei 2011

Cara Ampuh Hilangkan Jerawat dengan Bawang Putih

Jerawat dan luka bekas jerawat acapkali membuat krisis percaya diri. Lazimnya jerawat terjadi saat masa puber, namun banyak juga orang dewasa yang mengalaminya.

Masalah jerawat biasanya mulai dialami saat usia 10-13 tahun. Meski demikian, banyak pengobatannya baru dilakukan saat mencapai usia dewasa, saat mencapai usia 20 ke atas.

"Pada remaja, ada dua hal yang memicu masalah jerawat. Pertama adalah perubahan hormonal dalam tubuh mereka. Pada anak laki-laki, itu karena peningkatan sekresi testosteron dan pada anak perempuan, bisa disebabkan oleh tingginya testosteron dan estrogen," kata dokter
kulit kosmetik, V. Chytra Anand,dari Kosmoderma Klinik, Bangalore, dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari laman Times of India.

"Karena hormon ini, sekresi minyak di tubuh meningkat dan kulit menjadi berminyak dan lebih rentan terhadap jerawat . Pemicu lainnya adalah infeksi bakteri," tambahnya.

Anand mengatakan sekitar 90 persen remaja menderita jerawat dalam berbagai tingkat keparahan. Jerawat, memiliki efek psikologis pada anak-anak yang ingin memiliki kulit yang bersih dan cerah. Perawatan medis dan perawatan alami untuk jerawat pun menjadi pilihan untuk menyembuhkan dan menangani masalah penyebab turunnya kepercayaan diri seseorang.

"Krim obat dan pencuci muka atau pengobatan topikal untuk jerawat remaja termasuk benzoil peroksida, sulfur, resorsinol, atau asam salisilat . US Food and Drug Administration (FDA) menemukan obat-obatan ini efektif mengobati jerawat," ujar Meenakshi Agarwal, seorang ahli bedah kosmetik berbasis di Mumbai.

Jika kondisi memburuk, dokter meresepkan antibiotik oral untuk masalah infeksi bakteri, pil hormonal dan terapi cahaya dengan laser.Namun, biaya laser cukup mahal sekitar Rp900ribu-1,8 juta. Teknik mikrodermabrasi juga dapat digunakan meringankan jaringan parut pasca jerawat dan biayanya dengan biaya Rp400-700ribu.

"Bekas jerawat dapat dihapus dengan bersih menggunakan asam salisilat atau glikolat di klinik pengelupasan kulit. Ffektif juga untuk membersihkan komedo. Selain itu, kulit menjadi asam dan bakteri tidak tumbuh dalam lingkungan asam , "kata Anand.

Tapi dia memperingatkan agar berhati-hati saat melakukan perawatan kulit di salon kecantikan. Sebab, penting melakukan prosedur kecantikan kulit di bawah pengawasan dokter spesialis.

Beberapa solusi alami penghilang jerawat tanpa efek samping mungkin bisa jadi alternatif. Masker bawang putih, lemon, dan lumpur tanah liat bisa membantu meredakan jerawat serta luka parut bekas jerawat tanpa efek samping.

"Untuk menghindari jerawat, bersihkan kulit Anda dua kali sehari . Pastikan bahwa Anda menggunakan sabun pencuci muka ringan yang sesuai dengan jenis kulit. Mencuci wajah terlalu sering, terutama dengan produk kosmetik yang keras, dapat memperburuk jerawat."

Ia menyarankan untuk menghindari makanan olahan seperti roti putih dan mie karena sering menjadi pemicu timbulnya jerawat.
Masker lumpur tanah liat juga bisa bermanfaat memerangi jerawat. Gunakan setidaknya setidaknya sekali atau dua kali seminggu. Ramuan ini akan membantu mengekstrak kelebihan sebum dan telah menjadi satu metode alami terbaik untuk mengobati
jerawat.

"Masker bawang putih hanya bisa diberikan selama satu jam sekali seminggu. Meskipun masker bawang putih akan membunuh bakteri penyebab jerawat, jangan menyimpannya terlalu lama karena dapat memperburuk kulit sensitif,." dia ditambahkan.

Masker campuran krim susu dan jus lemon juga bisa digunakan. Asam laktat dan asam sitrat dalam dua bahan alami ini membantu meringankan bekas luka.

sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/221507-bebas-jerawat-dengan-masker-bawang-putih
Jerawat dan luka bekas jerawat acapkali membuat krisis percaya diri. Lazimnya jerawat terjadi saat masa puber, namun banyak juga orang dewasa yang mengalaminya.

Masalah jerawat biasanya mulai dialami saat usia 10-13 tahun. Meski demikian, banyak pengobatannya baru dilakukan saat mencapai usia dewasa, saat mencapai usia 20 ke atas.

"Pada remaja, ada dua hal yang memicu masalah jerawat. Pertama adalah perubahan hormonal dalam tubuh mereka. Pada anak laki-laki, itu karena peningkatan sekresi testosteron dan pada anak perempuan, bisa disebabkan oleh tingginya testosteron dan estrogen," kata dokter
kulit kosmetik, V. Chytra Anand,dari Kosmoderma Klinik, Bangalore, dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari laman Times of India.

"Karena hormon ini, sekresi minyak di tubuh meningkat dan kulit menjadi berminyak dan lebih rentan terhadap jerawat . Pemicu lainnya adalah infeksi bakteri," tambahnya.

Anand mengatakan sekitar 90 persen remaja menderita jerawat dalam berbagai tingkat keparahan. Jerawat, memiliki efek psikologis pada anak-anak yang ingin memiliki kulit yang bersih dan cerah. Perawatan medis dan perawatan alami untuk jerawat pun menjadi pilihan untuk menyembuhkan dan menangani masalah penyebab turunnya kepercayaan diri seseorang.

"Krim obat dan pencuci muka atau pengobatan topikal untuk jerawat remaja termasuk benzoil peroksida, sulfur, resorsinol, atau asam salisilat . US Food and Drug Administration (FDA) menemukan obat-obatan ini efektif mengobati jerawat," ujar Meenakshi Agarwal, seorang ahli bedah kosmetik berbasis di Mumbai.

Jika kondisi memburuk, dokter meresepkan antibiotik oral untuk masalah infeksi bakteri, pil hormonal dan terapi cahaya dengan laser.Namun, biaya laser cukup mahal sekitar Rp900ribu-1,8 juta. Teknik mikrodermabrasi juga dapat digunakan meringankan jaringan parut pasca jerawat dan biayanya dengan biaya Rp400-700ribu.

"Bekas jerawat dapat dihapus dengan bersih menggunakan asam salisilat atau glikolat di klinik pengelupasan kulit. Ffektif juga untuk membersihkan komedo. Selain itu, kulit menjadi asam dan bakteri tidak tumbuh dalam lingkungan asam , "kata Anand.

Tapi dia memperingatkan agar berhati-hati saat melakukan perawatan kulit di salon kecantikan. Sebab, penting melakukan prosedur kecantikan kulit di bawah pengawasan dokter spesialis.

Beberapa solusi alami penghilang jerawat tanpa efek samping mungkin bisa jadi alternatif. Masker bawang putih, lemon, dan lumpur tanah liat bisa membantu meredakan jerawat serta luka parut bekas jerawat tanpa efek samping.

"Untuk menghindari jerawat, bersihkan kulit Anda dua kali sehari . Pastikan bahwa Anda menggunakan sabun pencuci muka ringan yang sesuai dengan jenis kulit. Mencuci wajah terlalu sering, terutama dengan produk kosmetik yang keras, dapat memperburuk jerawat."

Ia menyarankan untuk menghindari makanan olahan seperti roti putih dan mie karena sering menjadi pemicu timbulnya jerawat.
Masker lumpur tanah liat juga bisa bermanfaat memerangi jerawat. Gunakan setidaknya setidaknya sekali atau dua kali seminggu. Ramuan ini akan membantu mengekstrak kelebihan sebum dan telah menjadi satu metode alami terbaik untuk mengobati
jerawat.

"Masker bawang putih hanya bisa diberikan selama satu jam sekali seminggu. Meskipun masker bawang putih akan membunuh bakteri penyebab jerawat, jangan menyimpannya terlalu lama karena dapat memperburuk kulit sensitif,." dia ditambahkan.

Masker campuran krim susu dan jus lemon juga bisa digunakan. Asam laktat dan asam sitrat dalam dua bahan alami ini membantu meringankan bekas luka.

sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/221507-bebas-jerawat-dengan-masker-bawang-putih

Rabu, 04 Mei 2011

Gemuk Bisa Menular loh

Ingin punya tubuh yang ramping dan kencang? Banyak-banyaklah bergaul dengan teman yang memiliki tubuh seperti itu. Sebaliknya, menurut penelitian mengenai Indeks Massa Tubuh yang dilakukan Arizona State University, orang yang selalu dikelilingi teman-teman yang mengalami obesitas lama-kelamaan akan melebar lingkar pinggangnya.

Mengapa hal ini terjadi? Para peneliti meyakini bahwa dengan melihat orang-orang di sekitar yang berukuran besar, kita bisa terdorong untuk melihat bahwa obesitas adalah sesuatu yang normal. Alhasil, kita jadi terpicu untuk ikut makan lebih banyak. Semakin gemuk teman-teman kita, semakin besar kemungkinan kita menjadi ikut gemuk.

"Melihat obesitas telah menyebar di antara teman-teman dekat dan anggota keluarga, akan meningkatkan pertanyaan penting, bagaimana hal itu bisa menyebar," kata Daniel Hruschka, pemimpin studi ini.

Kita bisa membentuk suatu pemahaman mengenai ukuran tubuh yang pantas hanya dengan mengamati tubuh teman-teman kita, lanjut Hruschka. Akibatnya, hal ini mengubah pola makan dan latihan kita. "Jika kita bisa menemukan dengan tepat (alasan) mengapa obesitas menyebar di kalangan teman-teman dan keluarga, kita bisa tahu ke mana harus berfokus untuk menahan tingkat obesitas," ujarnya.

Meskipun begitu, tim peneliti tidak membuat kesimpulan yang pasti antara ukuran tubuh dan kelompok pertemanan. Mereka hanya berkeras bahwa penelitian ini memberikan petunjuk penting dalam menghadapi masalah obesitas yang terus meningkat.


Sumber: Marie Claire
Ingin punya tubuh yang ramping dan kencang? Banyak-banyaklah bergaul dengan teman yang memiliki tubuh seperti itu. Sebaliknya, menurut penelitian mengenai Indeks Massa Tubuh yang dilakukan Arizona State University, orang yang selalu dikelilingi teman-teman yang mengalami obesitas lama-kelamaan akan melebar lingkar pinggangnya.

Mengapa hal ini terjadi? Para peneliti meyakini bahwa dengan melihat orang-orang di sekitar yang berukuran besar, kita bisa terdorong untuk melihat bahwa obesitas adalah sesuatu yang normal. Alhasil, kita jadi terpicu untuk ikut makan lebih banyak. Semakin gemuk teman-teman kita, semakin besar kemungkinan kita menjadi ikut gemuk.

"Melihat obesitas telah menyebar di antara teman-teman dekat dan anggota keluarga, akan meningkatkan pertanyaan penting, bagaimana hal itu bisa menyebar," kata Daniel Hruschka, pemimpin studi ini.

Kita bisa membentuk suatu pemahaman mengenai ukuran tubuh yang pantas hanya dengan mengamati tubuh teman-teman kita, lanjut Hruschka. Akibatnya, hal ini mengubah pola makan dan latihan kita. "Jika kita bisa menemukan dengan tepat (alasan) mengapa obesitas menyebar di kalangan teman-teman dan keluarga, kita bisa tahu ke mana harus berfokus untuk menahan tingkat obesitas," ujarnya.

Meskipun begitu, tim peneliti tidak membuat kesimpulan yang pasti antara ukuran tubuh dan kelompok pertemanan. Mereka hanya berkeras bahwa penelitian ini memberikan petunjuk penting dalam menghadapi masalah obesitas yang terus meningkat.


Sumber: Marie Claire

Selasa, 03 Mei 2011

Perawatan Kulit yang Sesuai dengan Usia Anda

Kondisi kulit wajah mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Perawatan wajah juga berbeda tergantung usia, selain juga dipengaruhi masalah umum pada kulit di usia tertentu karena faktor internal maupun eksternal.

Lindungi kulit di usia 20-an
Usia 20-an adalah saat di mana kulit dalam kondisi paling bagus. Kelenjar sebum terkontrol karena hormon androgen di usia ini memang seimbang. Lapisan epidermis yang fungsinya menahan air juga sangat baik sehingga kulit terlihat kenyal.

Inilah waktu paling tepat untuk merawat kulit dan mencari produk yang paling sesuai. Perawatan kulit tepat di awal usia 20-am bermanfaat untuk mempertahankan keindahan dan kesehatan kulit di kemudian hari. Biasanya di usia ini kulit belum memiliki masalah kronis. Jadi, perawatan kulit umumnya fokus pada perlindungan kulit dari berbagai gangguan.

Nah, untuk merawat kulit di usia 20-an, gunakan jenis produk yang ringan, misalnya pembersih wajah yang lembut. Meski lembut, pastikan pembersih tersebut juga mampu mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati sekaligus melembapkan. Untuk memaksimalkan kebersihan kulit wajah, pilih toner yang berfungsi mencerahkan wajah dan menyeimbangkan kembali pH kulit.

Sementara, untuk kulit sensitif dan berminyak, pilih toner yang bisa mengobati dan menenangkan kulit teriritasi, mengatur kadar minyak, serta mencegah terjadinya kerusakan kulit. Agar kulit muda tetap terjaga, pilih produk yang mengandung kolagen dan elastin. Untuk pelembap, pilih yang berbahan dasar air dan mengandung tabir surya SPF 15 agar kulit terhindar dari efek radiasi sinar matahari.

Selain didukung produk kecantikan, jumlah kolagen dalam kulit juga bisa ditingkatkan dengan mengasup sayur dan buah. Sebaiknya tingkatkan asupan sayur dan buah yang mengandung vitamin C dan E. Makanan kaya vitamin C dan E di antaranya jeruk, jambu biji, mangga, brokoli. Pada usia ini, sebaiknya hindari melakukan peeling dengan penggunaan bahan kimia. Kalaupun ingin mencoba peeling, sebaiknya gunakan bahan alami seperti mengaplikasikan canpuran yogurt dan bubur gandum.

Waspadai penuaan dini pada usia 30-an
Penuaan dini menjadi masalah umum yang kerap terjadi pada kulit di usia 30-an. Produksi kolagen secara alami mulai menurun. Akibatnya, kulit mulai berkeriput halus dan mengendur karena tak lagi elastis.

Paparan sinar matahari menjadi penyebab utama masalah penuaan dini, di luar faktor lain seperti stres atau kebiasaan tak sehat, misalnya merokok atau mengonsumsi alkohol. Namun, di antara berbagai penyebab, sinar matahari punya kontribusi besar terhadap penuaan kulit. Sinar matahari memperburuk kondisi dermis. Di dalam lapisan dermis inilah terdapat elastin dan kolagen. Sinar matahari bisa menyebabkan serabut elastin dan kolagen rusak sehingga memicu penuaan dini.

Ciri-ciri penuaan dini antara lain, muncul kerutan di ujung mata, timbul flek hitam, dan kulit bertambah kering karena epidermis rusak, sehingga tidak bisa menahan air yang banyak menguap.

Untuk merawat kulit usia 30-an, gunakan pembersih, pelembap, dan tabir surya sebagai perawatan kulit harian. Konsumsi juga makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, B, C dan E. Vitamin ini dan berbagai antioksidan yang kuat akan membantu kulit dari serangan radikal bebas dan membantu perbaikan kulit secara alami. Dengan begitu, kulit tetap sehat dan lembap.

Ketika memilih produk perawatan kulit, sebaiknya pilih produk mengandung Polyhydroxy acid (PHAs). Kandungan PHAs dapat membantu terbentuknya sel kulit baru dan meningkatkan kelembutan kulit. Selain juga mencerahkan kulit sehingga tampak lebih muda.

Usia 30-an membutuhkan perawatan ekstra untuk kulit. Di antaranya melakukan perawatan mikrodermabrasi di klinik kecantikan. Mikrodermabrasi merupakan tindakan abrasi atau pengelupasan kulit menggunakan alat khusus dengan bahan utama kristal halus atau bubuk organik. Selain melakukan tindakan abrasi di klinik, Anda juga bisa melakukannya di rumah dengan menggunakan krim khusus. Perawatan ini bertujuan menghilangkan racun dan sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit.

(Majalah Sekar/Ira Nursita)
Sumber: Majalah Sekar
Kondisi kulit wajah mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Perawatan wajah juga berbeda tergantung usia, selain juga dipengaruhi masalah umum pada kulit di usia tertentu karena faktor internal maupun eksternal.

Lindungi kulit di usia 20-an
Usia 20-an adalah saat di mana kulit dalam kondisi paling bagus. Kelenjar sebum terkontrol karena hormon androgen di usia ini memang seimbang. Lapisan epidermis yang fungsinya menahan air juga sangat baik sehingga kulit terlihat kenyal.

Inilah waktu paling tepat untuk merawat kulit dan mencari produk yang paling sesuai. Perawatan kulit tepat di awal usia 20-am bermanfaat untuk mempertahankan keindahan dan kesehatan kulit di kemudian hari. Biasanya di usia ini kulit belum memiliki masalah kronis. Jadi, perawatan kulit umumnya fokus pada perlindungan kulit dari berbagai gangguan.

Nah, untuk merawat kulit di usia 20-an, gunakan jenis produk yang ringan, misalnya pembersih wajah yang lembut. Meski lembut, pastikan pembersih tersebut juga mampu mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati sekaligus melembapkan. Untuk memaksimalkan kebersihan kulit wajah, pilih toner yang berfungsi mencerahkan wajah dan menyeimbangkan kembali pH kulit.

Sementara, untuk kulit sensitif dan berminyak, pilih toner yang bisa mengobati dan menenangkan kulit teriritasi, mengatur kadar minyak, serta mencegah terjadinya kerusakan kulit. Agar kulit muda tetap terjaga, pilih produk yang mengandung kolagen dan elastin. Untuk pelembap, pilih yang berbahan dasar air dan mengandung tabir surya SPF 15 agar kulit terhindar dari efek radiasi sinar matahari.

Selain didukung produk kecantikan, jumlah kolagen dalam kulit juga bisa ditingkatkan dengan mengasup sayur dan buah. Sebaiknya tingkatkan asupan sayur dan buah yang mengandung vitamin C dan E. Makanan kaya vitamin C dan E di antaranya jeruk, jambu biji, mangga, brokoli. Pada usia ini, sebaiknya hindari melakukan peeling dengan penggunaan bahan kimia. Kalaupun ingin mencoba peeling, sebaiknya gunakan bahan alami seperti mengaplikasikan canpuran yogurt dan bubur gandum.

Waspadai penuaan dini pada usia 30-an
Penuaan dini menjadi masalah umum yang kerap terjadi pada kulit di usia 30-an. Produksi kolagen secara alami mulai menurun. Akibatnya, kulit mulai berkeriput halus dan mengendur karena tak lagi elastis.

Paparan sinar matahari menjadi penyebab utama masalah penuaan dini, di luar faktor lain seperti stres atau kebiasaan tak sehat, misalnya merokok atau mengonsumsi alkohol. Namun, di antara berbagai penyebab, sinar matahari punya kontribusi besar terhadap penuaan kulit. Sinar matahari memperburuk kondisi dermis. Di dalam lapisan dermis inilah terdapat elastin dan kolagen. Sinar matahari bisa menyebabkan serabut elastin dan kolagen rusak sehingga memicu penuaan dini.

Ciri-ciri penuaan dini antara lain, muncul kerutan di ujung mata, timbul flek hitam, dan kulit bertambah kering karena epidermis rusak, sehingga tidak bisa menahan air yang banyak menguap.

Untuk merawat kulit usia 30-an, gunakan pembersih, pelembap, dan tabir surya sebagai perawatan kulit harian. Konsumsi juga makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, B, C dan E. Vitamin ini dan berbagai antioksidan yang kuat akan membantu kulit dari serangan radikal bebas dan membantu perbaikan kulit secara alami. Dengan begitu, kulit tetap sehat dan lembap.

Ketika memilih produk perawatan kulit, sebaiknya pilih produk mengandung Polyhydroxy acid (PHAs). Kandungan PHAs dapat membantu terbentuknya sel kulit baru dan meningkatkan kelembutan kulit. Selain juga mencerahkan kulit sehingga tampak lebih muda.

Usia 30-an membutuhkan perawatan ekstra untuk kulit. Di antaranya melakukan perawatan mikrodermabrasi di klinik kecantikan. Mikrodermabrasi merupakan tindakan abrasi atau pengelupasan kulit menggunakan alat khusus dengan bahan utama kristal halus atau bubuk organik. Selain melakukan tindakan abrasi di klinik, Anda juga bisa melakukannya di rumah dengan menggunakan krim khusus. Perawatan ini bertujuan menghilangkan racun dan sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit.

(Majalah Sekar/Ira Nursita)
Sumber: Majalah Sekar

Minggu, 01 Mei 2011

Pasangan yang Matang Cenderung Lebih Siap Berkeluarga

Pasangan yang lebih matang secara mental cenderung lebih siap dalam berkeluarga, termasuk menjalani pengasuhan anak. Mereka lebih mampu berkomunikasi dengan baik, dengan pasangan dan anak-anak. Kualitas hidup keluarga juga lebih baik dibandingkan dengan pasangan muda yang tak siap mental berkeluarga atau tak siap punya anak.

Psikolog anak, Anna Ariani Surti, MPsi, mengatakan, tak sedikit pasangan muda yang bermasalah dengan masalah pengasuhan anak. Kesulitan utamanya terletak pada masalah komunikasi yang tak lancar. Hal ini karena pasangan muda belum siap mental sepenuhnya dalam berumah tangga.

"Pasangan muda yang tak siap mental punya anak cenderung mengalami masalah komunikasi dalam pengasuhan. Ketidaksiapan mental mereka dipengaruhi oleh masalah diri sendiri maupun pasangannya. Mereka masih harus bergelut dengan masalah dalam dirinya atau dengan pasangannya. Akhirnya, mereka kurang perhatian terhadap anak-anak," ujar perempuan yang akrab disapa Nina ini di sela-sela peluncuran produk susu cair di fX Lifestyle Xnter, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Sementara pasangan dengan mental yang lebih matang tak bermasalah dengan dirinya, pasangan, maupun hubungannya dengan anak-anak.

Karena itu, kata Nina, sebelum memutuskan memiliki atau menambah anak, pasangan perlu mempertimbangkan berbagai hal. Persiapan mental menjadi penting. Pasangan perlu memiliki kepribadian lebih matang, setidaknya dengan memiliki hubungan lebih harmonis bersama pasangan atau tak bergelut dengan masalah dalam dirinya sendiri. Faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan untuk memiliki atau menambah anak adalah finansial dan waktu, kata Nina.

"Pasangan juga harus lebih matang mempertimbangkan finansial, menyiapkan kebutuhan finansial untuk memiliki anak. Selain juga waktu karena orangtua perlu memberikan waktu, perhatian, dan cintanya kepada anak. Sesibuk apa pun orangtua dengan pekerjaannya, anak tetap membutuhkan cinta dan perhatian dari orangtuanya. Cinta dan perhatian orangtua tak bisa didelegasikan kepada siapa pun," ujar Nina.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2011/05/10/18364797/pasangan-matang-memiliki-keluarga-lebih-berkualitas
Pasangan yang lebih matang secara mental cenderung lebih siap dalam berkeluarga, termasuk menjalani pengasuhan anak. Mereka lebih mampu berkomunikasi dengan baik, dengan pasangan dan anak-anak. Kualitas hidup keluarga juga lebih baik dibandingkan dengan pasangan muda yang tak siap mental berkeluarga atau tak siap punya anak.

Psikolog anak, Anna Ariani Surti, MPsi, mengatakan, tak sedikit pasangan muda yang bermasalah dengan masalah pengasuhan anak. Kesulitan utamanya terletak pada masalah komunikasi yang tak lancar. Hal ini karena pasangan muda belum siap mental sepenuhnya dalam berumah tangga.

"Pasangan muda yang tak siap mental punya anak cenderung mengalami masalah komunikasi dalam pengasuhan. Ketidaksiapan mental mereka dipengaruhi oleh masalah diri sendiri maupun pasangannya. Mereka masih harus bergelut dengan masalah dalam dirinya atau dengan pasangannya. Akhirnya, mereka kurang perhatian terhadap anak-anak," ujar perempuan yang akrab disapa Nina ini di sela-sela peluncuran produk susu cair di fX Lifestyle Xnter, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Sementara pasangan dengan mental yang lebih matang tak bermasalah dengan dirinya, pasangan, maupun hubungannya dengan anak-anak.

Karena itu, kata Nina, sebelum memutuskan memiliki atau menambah anak, pasangan perlu mempertimbangkan berbagai hal. Persiapan mental menjadi penting. Pasangan perlu memiliki kepribadian lebih matang, setidaknya dengan memiliki hubungan lebih harmonis bersama pasangan atau tak bergelut dengan masalah dalam dirinya sendiri. Faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan untuk memiliki atau menambah anak adalah finansial dan waktu, kata Nina.

"Pasangan juga harus lebih matang mempertimbangkan finansial, menyiapkan kebutuhan finansial untuk memiliki anak. Selain juga waktu karena orangtua perlu memberikan waktu, perhatian, dan cintanya kepada anak. Sesibuk apa pun orangtua dengan pekerjaannya, anak tetap membutuhkan cinta dan perhatian dari orangtuanya. Cinta dan perhatian orangtua tak bisa didelegasikan kepada siapa pun," ujar Nina.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2011/05/10/18364797/pasangan-matang-memiliki-keluarga-lebih-berkualitas

Mitos tentang Kecantikan yang Wajib Anda Ketahui

Aplikasikan tabir surya 30 menit sebelum terpapar sinar matahari. Hanya dokter kulit yang bisa membersihkan pori-pori secara menyeluruh. Gunakan masker seminggu sekali untuk mendapatkan kulit yang bersinar. "Salah, salah, dan salah," kata Ellen Marmur, MD, kepada divisi dermatologi dan operasi plastik Mount Sinai Medical Center, New York. Dalam bukunya, Simple Skin Beauty, Marmur menjernihkan beberapa miskonsepsi seputar kulit.

1. Hanya facial yang membersihkan pori-pori secara menyeluruh.
Saya benci merusak guilty pleasure Anda, tapi pembersihan pori-pori secara menyeluruh melalui facial adalah sebuah mitos. Meskipun facial sangat memanjakan, perawatan tersebut sesungguhnya benar-benar tidak dibutuhkan. Coba kita ingat kembali rasa sakit selama proses membersihkan pori-pori. Semua orang berpikir tindakan pencungkilan ini ajaib, karena bisa mengangkat komedo dan jerawat. Padahal, yang terjadi hanyalah bentuk manual pengelupasan kulit. Banyak yang tidak pernah memikirkan bahwa pengorekan paksa ini sebenarnya sangat berlebihan, penuh risiko, dan bisa jadi membahayakan. Memberikan tekanan begitu besar pada pori-pori akan membuat minyak dan bakteri jinak melesat jauh ke dasar jaringan kulit. Robekan yang dihasilkan pun dapat menyebabkan efek terbakar pada kulit dan sangat mungkin meninggalkan bekas luka atau kista, khususnya untuk jenis kulit gelap.

2. Memakai foundation dan tabir surya akan melindungi kulit dari sinar UV.
Memang benar, mengaplikasikan make-up yang mengandung SPF lebih baik daripada tidak sama sekali. Namun, akan lebih efektif jika memakai tabir surya untuk wajah. Kita tidak bisa main-main saat berurusan dengan sinar matahari. Lebih baik aplikasikan make-up ber-SPF di atas tabir surya atau pelembab yang Anda pakai sehari-hari. Misalnya, memakai foundation mengandung mineral, seperti titanium dioksida antisinar matahari, memang bagus. Tapi, lebih baik jika kita kembali mengaplikasikan tabir surya beberapa waktu kemudian, sekaligus memperbaiki riasan kita.

3. Untuk mendapatkan kulit cerah, memakai masker di rumah harus menjadi bagian dari ritual kecantikan Anda.
Memakai masker adalah kegiatan yang menyegarkan, apalagi bisa dilakukan sambil bersantai di depan TV. Tapi, kemungkinan hal tersebut terjadi sangatlah tipis. Dengan kondisi Anda sibuk mengurus empat anak misalnya atau jadwal bekerja yang padat. Bahkan, cenderung tidak bisa terwujud. Begitu juga dengan kemungkinan sebuah masker, baik yang melembapkan kulit atau masker tanah liat yang menyerap minyak, bisa membuat kulit jadi cerah dalam jangka waktu panjang. Dapatkah sebuah masker membuat wajah Anda superlembap dan mengunci kadar air di dalamnya? Ya, tapi hanya sampai masker tersebut dibersihkan. Faktanya, masker hanya akan bekerja seperti lip balm pada wajah: lembaran penutup permukaan yang memberikan rasa kencang dan nyaman. Sayangnya, hanya bersifat sementara.

4. Bahan organik atau alami lebih aman untuk kulit.
Produk perawatan wajah organik memiliki efek yang sama dengan bahan sintetis. Artinya, produk tersebut berpotensi membuat iritasi kulit. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa bahan alami pun merupakan senyawa kimia. Misalnya, istilah medis vitamin C adalah asam askorbat. Karena itu jika kita melihat vitamin C pada sebuah label, ketahuilah bahwa secara teknis zat tersebut juga bersifat kimiawi. Minyak esensial dan botanikal seperti tea tree oil, menthol, terutama sitrus (asam sitrat alami), juga dapat mencetuskan reaksi alergi atau iritasi. Begitu pula enzim pepaya dan nanas. Elemen-elemen bersifat asam ini, kadarnya akan lebih kuat dalam bentuk yang asli. Itulah sebabnya sangat penting untuk menguji produk apapun, termasuk yang alami, di bagian lengan dalam, sebelum kita menggunakannya di wajah.

5. Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik bukan disebabkan makanan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menyantap makanan yang kadar lemaknya tinggi dapat meningkatkam produksi sebum kulit Anda. Inilah yang membuat kulit kita lebih berminyak. Karbohidrat dengan indeks glisemik tinggi (seperti pizza dan kue kering) akan meningkatkan kadar gula dalam darah yang kemudian melepaskan insulin dan androgen, hormon yang memberikan sinyal ke kelenjar minyak untuk memecah diri. Penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi produk turunan susu menimbulkan jerawat (barangkali karena memicu testosteron mengaktifkan kelenjar minyak). Jadi, jika kita sudah berusia di atas 35 tahun dan masih mengalami kulit kering, pecah-pecah, serta bersisik, sebaiknya menghindari produk turunan susu maupun makanan yang diproses dengan kandungan gula dan karbohidrat tinggi. Di lain pihak, cokelat tidak terbukti menjadi penyebab jerawat.

6. Jika memakai tabir surya, kita tidak akan mendapatkan vitamin D.
Semua orang tahu, vitamin D membuat tulang lebih kuat, karena meningkatkan penyerapan kalsium. Vitamin ini juga bermanfaat untuk sistem pertahanan tubuh. Jadi, kulit kita harus tereskpos matahari selama lima sampai 15 menit setiap hari. Penggunaan tabir surya tidak akan mencegah kita mendapatkan vitamin D. Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin D terlalu diberitakan berlebihan. Orang-orang yang harus cemas terhadap kekurangan vitamin D adalah mereka yang harus tinggal di rumah terus-menerus karena sakit atau memiliki masalah dengan penyerapan vitamin D. Jika tidak, sebenarnya Anda harus lebih mencemaskan efek radiasi UV, dibandingkan defisiensi vitamin D.

7. Aplikasikan tabir surya 30 menit sebelum terpapar sinar matahari.
Tabir surya harus dikenakan sebelum terpapar sinar matahari, ini memang benar. Namun, yang menjadi mitos adalah angka 30 menit itu sendiri. Sunblock, khususnya yang berbahan dasar titanium dioksida dan zinc oksida, umumnya bekerja sangat cepat. Cara terbaik untuk membalurkan tabir surya adalah saat kita masih telanjang. Oleskan dalam bentuk titik-titik ke seluruh tubuh, lalu ratakan sebelum memakai busana atau baju renang. Apapun yang Anda kenakan, baju tersebut akan bergeser dan bergerak. Jadi, meskipun tertutup lindungilah setiap senti kulit kita, karena pakaian hanya sanggup menanggung 2-5 SPF.

8. Sering mencuci wajah membuat kulit akan lebih berminyak.
Kulit Anda memiliki mekanisme pertahanan diri secara alamiah dan mengagumkan. Lalu sanggup mempekerjakan sel-sel inflammatory untuk memperbaiki maupun membuat kulit kita nyaman kembali, ketika terluka akibat sengatan sinar matahari atau saat digosok berlebihan. Namun, meningkatkan produksi minyak untuk mengganti yang hilang akibat sering dibersihkan? Tidak ada penelitian yang pernah membuktikan hal tersebut. Kulit kita akan mengalami dehidrasi, bahkan iritasi jika terlalu sering dibersihkan, bukan menghasilkan wajah yang berminyak berlebihan.

9. Lembapkan wajah dengan air, ketika bepergian dengan pesawat agar kulit tidak kering.
Memang benar bahwa lingkungan dengan tingkat kelembapan rendah cenderung mengisap air. Seringkali kadarnya 20 persen lebih rendah, daripada di dalam rumah. Tapi, jika kita menyemprot wajah secara berkala dalam penerbangan yang panjang, air tersebut akan menguap bersamaan dengan pelembap yang ada pada kulit kita sebelum disemprot, dan menjadikan wajah lebih kering dari sebelumnya. Jika kita kerap menggunakan penyemprot wajah, pastikan bahwa airnya mengandung gliserin atau aloe vera. Kedua bahan ini menempel pada kulit dan mengunci kelembapan yang kita percikkan.

Sumber: Majalah MORE Indonesia
Aplikasikan tabir surya 30 menit sebelum terpapar sinar matahari. Hanya dokter kulit yang bisa membersihkan pori-pori secara menyeluruh. Gunakan masker seminggu sekali untuk mendapatkan kulit yang bersinar. "Salah, salah, dan salah," kata Ellen Marmur, MD, kepada divisi dermatologi dan operasi plastik Mount Sinai Medical Center, New York. Dalam bukunya, Simple Skin Beauty, Marmur menjernihkan beberapa miskonsepsi seputar kulit.

1. Hanya facial yang membersihkan pori-pori secara menyeluruh.
Saya benci merusak guilty pleasure Anda, tapi pembersihan pori-pori secara menyeluruh melalui facial adalah sebuah mitos. Meskipun facial sangat memanjakan, perawatan tersebut sesungguhnya benar-benar tidak dibutuhkan. Coba kita ingat kembali rasa sakit selama proses membersihkan pori-pori. Semua orang berpikir tindakan pencungkilan ini ajaib, karena bisa mengangkat komedo dan jerawat. Padahal, yang terjadi hanyalah bentuk manual pengelupasan kulit. Banyak yang tidak pernah memikirkan bahwa pengorekan paksa ini sebenarnya sangat berlebihan, penuh risiko, dan bisa jadi membahayakan. Memberikan tekanan begitu besar pada pori-pori akan membuat minyak dan bakteri jinak melesat jauh ke dasar jaringan kulit. Robekan yang dihasilkan pun dapat menyebabkan efek terbakar pada kulit dan sangat mungkin meninggalkan bekas luka atau kista, khususnya untuk jenis kulit gelap.

2. Memakai foundation dan tabir surya akan melindungi kulit dari sinar UV.
Memang benar, mengaplikasikan make-up yang mengandung SPF lebih baik daripada tidak sama sekali. Namun, akan lebih efektif jika memakai tabir surya untuk wajah. Kita tidak bisa main-main saat berurusan dengan sinar matahari. Lebih baik aplikasikan make-up ber-SPF di atas tabir surya atau pelembab yang Anda pakai sehari-hari. Misalnya, memakai foundation mengandung mineral, seperti titanium dioksida antisinar matahari, memang bagus. Tapi, lebih baik jika kita kembali mengaplikasikan tabir surya beberapa waktu kemudian, sekaligus memperbaiki riasan kita.

3. Untuk mendapatkan kulit cerah, memakai masker di rumah harus menjadi bagian dari ritual kecantikan Anda.
Memakai masker adalah kegiatan yang menyegarkan, apalagi bisa dilakukan sambil bersantai di depan TV. Tapi, kemungkinan hal tersebut terjadi sangatlah tipis. Dengan kondisi Anda sibuk mengurus empat anak misalnya atau jadwal bekerja yang padat. Bahkan, cenderung tidak bisa terwujud. Begitu juga dengan kemungkinan sebuah masker, baik yang melembapkan kulit atau masker tanah liat yang menyerap minyak, bisa membuat kulit jadi cerah dalam jangka waktu panjang. Dapatkah sebuah masker membuat wajah Anda superlembap dan mengunci kadar air di dalamnya? Ya, tapi hanya sampai masker tersebut dibersihkan. Faktanya, masker hanya akan bekerja seperti lip balm pada wajah: lembaran penutup permukaan yang memberikan rasa kencang dan nyaman. Sayangnya, hanya bersifat sementara.

4. Bahan organik atau alami lebih aman untuk kulit.
Produk perawatan wajah organik memiliki efek yang sama dengan bahan sintetis. Artinya, produk tersebut berpotensi membuat iritasi kulit. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa bahan alami pun merupakan senyawa kimia. Misalnya, istilah medis vitamin C adalah asam askorbat. Karena itu jika kita melihat vitamin C pada sebuah label, ketahuilah bahwa secara teknis zat tersebut juga bersifat kimiawi. Minyak esensial dan botanikal seperti tea tree oil, menthol, terutama sitrus (asam sitrat alami), juga dapat mencetuskan reaksi alergi atau iritasi. Begitu pula enzim pepaya dan nanas. Elemen-elemen bersifat asam ini, kadarnya akan lebih kuat dalam bentuk yang asli. Itulah sebabnya sangat penting untuk menguji produk apapun, termasuk yang alami, di bagian lengan dalam, sebelum kita menggunakannya di wajah.

5. Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik bukan disebabkan makanan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menyantap makanan yang kadar lemaknya tinggi dapat meningkatkam produksi sebum kulit Anda. Inilah yang membuat kulit kita lebih berminyak. Karbohidrat dengan indeks glisemik tinggi (seperti pizza dan kue kering) akan meningkatkan kadar gula dalam darah yang kemudian melepaskan insulin dan androgen, hormon yang memberikan sinyal ke kelenjar minyak untuk memecah diri. Penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi produk turunan susu menimbulkan jerawat (barangkali karena memicu testosteron mengaktifkan kelenjar minyak). Jadi, jika kita sudah berusia di atas 35 tahun dan masih mengalami kulit kering, pecah-pecah, serta bersisik, sebaiknya menghindari produk turunan susu maupun makanan yang diproses dengan kandungan gula dan karbohidrat tinggi. Di lain pihak, cokelat tidak terbukti menjadi penyebab jerawat.

6. Jika memakai tabir surya, kita tidak akan mendapatkan vitamin D.
Semua orang tahu, vitamin D membuat tulang lebih kuat, karena meningkatkan penyerapan kalsium. Vitamin ini juga bermanfaat untuk sistem pertahanan tubuh. Jadi, kulit kita harus tereskpos matahari selama lima sampai 15 menit setiap hari. Penggunaan tabir surya tidak akan mencegah kita mendapatkan vitamin D. Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin D terlalu diberitakan berlebihan. Orang-orang yang harus cemas terhadap kekurangan vitamin D adalah mereka yang harus tinggal di rumah terus-menerus karena sakit atau memiliki masalah dengan penyerapan vitamin D. Jika tidak, sebenarnya Anda harus lebih mencemaskan efek radiasi UV, dibandingkan defisiensi vitamin D.

7. Aplikasikan tabir surya 30 menit sebelum terpapar sinar matahari.
Tabir surya harus dikenakan sebelum terpapar sinar matahari, ini memang benar. Namun, yang menjadi mitos adalah angka 30 menit itu sendiri. Sunblock, khususnya yang berbahan dasar titanium dioksida dan zinc oksida, umumnya bekerja sangat cepat. Cara terbaik untuk membalurkan tabir surya adalah saat kita masih telanjang. Oleskan dalam bentuk titik-titik ke seluruh tubuh, lalu ratakan sebelum memakai busana atau baju renang. Apapun yang Anda kenakan, baju tersebut akan bergeser dan bergerak. Jadi, meskipun tertutup lindungilah setiap senti kulit kita, karena pakaian hanya sanggup menanggung 2-5 SPF.

8. Sering mencuci wajah membuat kulit akan lebih berminyak.
Kulit Anda memiliki mekanisme pertahanan diri secara alamiah dan mengagumkan. Lalu sanggup mempekerjakan sel-sel inflammatory untuk memperbaiki maupun membuat kulit kita nyaman kembali, ketika terluka akibat sengatan sinar matahari atau saat digosok berlebihan. Namun, meningkatkan produksi minyak untuk mengganti yang hilang akibat sering dibersihkan? Tidak ada penelitian yang pernah membuktikan hal tersebut. Kulit kita akan mengalami dehidrasi, bahkan iritasi jika terlalu sering dibersihkan, bukan menghasilkan wajah yang berminyak berlebihan.

9. Lembapkan wajah dengan air, ketika bepergian dengan pesawat agar kulit tidak kering.
Memang benar bahwa lingkungan dengan tingkat kelembapan rendah cenderung mengisap air. Seringkali kadarnya 20 persen lebih rendah, daripada di dalam rumah. Tapi, jika kita menyemprot wajah secara berkala dalam penerbangan yang panjang, air tersebut akan menguap bersamaan dengan pelembap yang ada pada kulit kita sebelum disemprot, dan menjadikan wajah lebih kering dari sebelumnya. Jika kita kerap menggunakan penyemprot wajah, pastikan bahwa airnya mengandung gliserin atau aloe vera. Kedua bahan ini menempel pada kulit dan mengunci kelembapan yang kita percikkan.

Sumber: Majalah MORE Indonesia
 
Planet Stylista Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template