Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

Tips SBY Dalam Mendidik Anak

Beberapa waktu yang lalu kita memperingati Hari Anak Nasional. Banyak pihak yang mengapresiasi peringatan ini dengan menyelenggarakan berbagai momentum. Begitu pula dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedikit banyak, dia membagikan tips dalam mengasuh anak-anak. Tips-tips apa sajakah itu?

Masa keemasan untuk pengetahuan adalah 12 tahun pertama

Karena itulah, menurut SBY kita perlu membangun sikap maupun perilaku seseorang pada tahun-tahun itu sehingga mereka akan terbentuk menjadi pribadi yang baik dan generasi yang gemilang. Tentunya selain guru, peran orangtua merupakan peran yang paling penting untuk membangun karakter seseorang.

Anak-anak harus bercita-cita setinggi langit minimal dua

Presiden menegaskan bahwa anak-anak harus bercita-cita setinggi langit, jangan cuma satu tapi minimal dua. Kalau gagal yang pertama, anak-anak masih mempunyai cita-cita satunya lagi. Untuk itulah, orangtua harus ikut membantu anak dalam mempersiapkan diri, cita-cita apa yang mereka inginkan.

Mendidik karakter anak

Menurutnya, pendidikan karakter sangatlah penting karena sangat menentukan kemajuan peradaban bangsa, yang tak hanya unggul tetapi juga cerdas. “Mengapa karakter manusia dan bangsa itu penting. Aristoteles pernah mengatakan bahwa ada dua keunggulan manusia yang disebut human excellence. Pertama, excellence of tought (kehebatan dalam pemikiran) dan kedua adalah excellence of character (kehebatan dalam karakter),” kata SBY.

Anak-anak butuh perlindungan

Anak-anak membutuhkan pengasuhan dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan rumah tangga. Asuh dengan penuh tanggung jawab, hentikan tindakan negative, tidak terpuji, diskriminasi, dan perdagangan anak.
Maka dari itu, anak-anak perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Betapa pentingnya mereka dibentuk dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka, bagaimana pendidikan yang benar itu harus dilakukan. Jadi, Anda bisa mencoba tips-tips yang dibagikan ini.

Sumber : berbagai sumber/lh3

Share |
Beberapa waktu yang lalu kita memperingati Hari Anak Nasional. Banyak pihak yang mengapresiasi peringatan ini dengan menyelenggarakan berbagai momentum. Begitu pula dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedikit banyak, dia membagikan tips dalam mengasuh anak-anak. Tips-tips apa sajakah itu?

Masa keemasan untuk pengetahuan adalah 12 tahun pertama

Karena itulah, menurut SBY kita perlu membangun sikap maupun perilaku seseorang pada tahun-tahun itu sehingga mereka akan terbentuk menjadi pribadi yang baik dan generasi yang gemilang. Tentunya selain guru, peran orangtua merupakan peran yang paling penting untuk membangun karakter seseorang.

Anak-anak harus bercita-cita setinggi langit minimal dua

Presiden menegaskan bahwa anak-anak harus bercita-cita setinggi langit, jangan cuma satu tapi minimal dua. Kalau gagal yang pertama, anak-anak masih mempunyai cita-cita satunya lagi. Untuk itulah, orangtua harus ikut membantu anak dalam mempersiapkan diri, cita-cita apa yang mereka inginkan.

Mendidik karakter anak

Menurutnya, pendidikan karakter sangatlah penting karena sangat menentukan kemajuan peradaban bangsa, yang tak hanya unggul tetapi juga cerdas. “Mengapa karakter manusia dan bangsa itu penting. Aristoteles pernah mengatakan bahwa ada dua keunggulan manusia yang disebut human excellence. Pertama, excellence of tought (kehebatan dalam pemikiran) dan kedua adalah excellence of character (kehebatan dalam karakter),” kata SBY.

Anak-anak butuh perlindungan

Anak-anak membutuhkan pengasuhan dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan rumah tangga. Asuh dengan penuh tanggung jawab, hentikan tindakan negative, tidak terpuji, diskriminasi, dan perdagangan anak.
Maka dari itu, anak-anak perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Betapa pentingnya mereka dibentuk dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka, bagaimana pendidikan yang benar itu harus dilakukan. Jadi, Anda bisa mencoba tips-tips yang dibagikan ini.

Sumber : berbagai sumber/lh3

Share |

Senin, 23 Mei 2011

Cara Ingin Kaya

Ingin kaya raya, lima atau 10 tahun lagi? Mungkin banget. Tips ini akan membantu Anda mewujudkannya.

1. Tetapkan tujuan sejak awal
Ibarat melakukan perjalanan, pertama harus tahu dulu tujuannya. Kalau tidak, bisa berputar-putar saja, bahkan malah menghabiskan biaya. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang diinginkan 10 tahun ke depan. Punya mobil atau rumah, misalnya. Dengan semangat itu, Anda bisa jadi berhati-hati dalam pengeluaran dan terpacu untuk menabung. Sebaiknya siapkan rencana 5, 10, hingga 20 tahun.

2. Hiduplah dengan rencana itu
Belilah barang yang Anda butuhkan, dan bukan yang diinginkan. Terdengar sederhana, tapi godaan ini susah untuk dihindari. Tetapi, bila rencana Anda telah menancap di kepala dan hati, pasti deh keinginan membeli barang yang tak perlu akan pupus.

3. Hindari berutang
Sekarang banyak sekali tawaran membeli barang dengan dicicil. Atau bentuk pinjaman lain untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, tapi diinginkan. Tahan hati untuk tidak tergoda. Kecuali mungkin untuk sesuatu yang bisa dijadikan modal usaha, seperti pinjaman untuk kuliah lagi, atau pinjaman rumah. Hindari mengambil pinjaman yang cicilannya menghabiskan setengah dari penghasilan. Menurut ahli keuangan, jangan sampai berutang yang angsurannya membuat dompet menjerit.

4. Mari menabung
Kecil-kecil kalau dikumpulkan akan menjadi besar atau banyak. Berapa pun yang Anda sanggup, biasakan menabung. Anda bekerja untuk mendapatkan uang, jadi Anda berhak mendapatkan bayaran. Nah, uang yang Anda bayarkan pada diri sendiri itu yang ditabung. Tabungan ini selain disimpan untuk mencapai cita-cita lima sampai 10 tahun mendatang, berguna pula bila ada kebutuhan mendesak. Seperti biaya rumah sakit, atau bisa dipakai untuk tujuan jangka pendek seperti berlibur ke luar negeri.

5. No minimum payment
Punya kartu kredit enggak dosa. Bila dimanfaatkan secara tepat, Anda tidak akan terlilit utang kartu kredit. Apalagi sampai menjadi korban debt collector, duh... jangan sampai deh. Agar tidak terjerat, segera lunasi tagihannya setiap bulan. Siapkan dana di rekening untuk membayar setiap tagihan yang datang. Sekali lagi, bayar lunas ya. Jangan hanya membayar minimal tagihan. Semakin kecil Anda membayar tagihan bulanan, semakin lama lunasnya.

6. Investasi masa tua
Hidup bukan hanya untuk hari ini, melainkan juga untuk masa depan. Masa tua mungkin masih jauh di awang-awang, tapi tak ada salahnya dipikirkan dari sekarang agar masa tua Anda tetap kaya. Salah satunya, dengan mencoba berinvestasi. Banyak cara yang mudah dan sesuai dengan kemampuan di awal bekerja. Misalnya, mengambil asuransi dan membeli reksa dana. Keduanya bisa hanya dengan membayar iuran di bawah Rp 500.000 per bulan. Tetapi hasilnya, bisa dipetik setelah 10-15 tahun kemudian, dengan jumlah berlipat.

7. Buka deposito
Selain tabungan yang bisa diambil setiap saat, ada baiknya punya tabungan berjangka alias deposito. Selain punya tabungan yang tak akan bisa dikutak-katik, simpanan ini juga bisa menjadi catatan tambahan yang berguna bila Anda ingin mengambil pinjaman rumah atau apartemen. Bagusnya sih dibuat berjangka setahun, dan saldonya ditambah lagi setiap tahun.

8. Tingkatkan kemampuan
Usia 20-an adalah saat yang tepat untuk meningkatkan keahlian dan pendidikan, yang akan mendukung karier di masa depan. Berinvestasi di bidang pendidikan tak akan sia-sia. Ambil berbagai kursus ketrampilan, dan jangan berhenti hanya kuliah di tingkat S1. Satu lagi yang sebaiknya dilakukan, perluas jaringan dengan bergaul. Senior Vice President Kelly Services Asia Pacific, lembaga perekrutan tenaga kerja internasional, Dhirendra Shantilal berkata, saat ini banyak perusahaan mencari karyawan plus. Alias selain berpendidikan tinggi, menguasai banyak bahasa, juga aktif di berbagai organisasi.

9. Nikmati hidup
Mengatur keuangan sendiri bukan berarti Anda tidak bisa bersenang-senang. Anda bisa membiayai traveling dari tabungan atau traveling murah karena punya banyak teman. Atau mengambil kursus bahasa sambil berkenalan dengan orang baru. Pokoknya buat kenangan indah dengan bertemu orang baru, dan mencoba hal-hal baru. Hal-hal seperti ini bisa menjadi investasi juga lho, banyak teman dapat rezeki, begitu kata orangtua. Yang penting, hindari mengambil pinjaman untuk biaya senang-senang. Anda bisa kreatif mencari hiburan tanpa mengeluarkan banyak uang.

(CHIC/Erika Paula)
Sumber:http://female.kompas.com/read/2011/05/20/12212693/ingin-muda-dan-kaya-raya
Ingin kaya raya, lima atau 10 tahun lagi? Mungkin banget. Tips ini akan membantu Anda mewujudkannya.

1. Tetapkan tujuan sejak awal
Ibarat melakukan perjalanan, pertama harus tahu dulu tujuannya. Kalau tidak, bisa berputar-putar saja, bahkan malah menghabiskan biaya. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang diinginkan 10 tahun ke depan. Punya mobil atau rumah, misalnya. Dengan semangat itu, Anda bisa jadi berhati-hati dalam pengeluaran dan terpacu untuk menabung. Sebaiknya siapkan rencana 5, 10, hingga 20 tahun.

2. Hiduplah dengan rencana itu
Belilah barang yang Anda butuhkan, dan bukan yang diinginkan. Terdengar sederhana, tapi godaan ini susah untuk dihindari. Tetapi, bila rencana Anda telah menancap di kepala dan hati, pasti deh keinginan membeli barang yang tak perlu akan pupus.

3. Hindari berutang
Sekarang banyak sekali tawaran membeli barang dengan dicicil. Atau bentuk pinjaman lain untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, tapi diinginkan. Tahan hati untuk tidak tergoda. Kecuali mungkin untuk sesuatu yang bisa dijadikan modal usaha, seperti pinjaman untuk kuliah lagi, atau pinjaman rumah. Hindari mengambil pinjaman yang cicilannya menghabiskan setengah dari penghasilan. Menurut ahli keuangan, jangan sampai berutang yang angsurannya membuat dompet menjerit.

4. Mari menabung
Kecil-kecil kalau dikumpulkan akan menjadi besar atau banyak. Berapa pun yang Anda sanggup, biasakan menabung. Anda bekerja untuk mendapatkan uang, jadi Anda berhak mendapatkan bayaran. Nah, uang yang Anda bayarkan pada diri sendiri itu yang ditabung. Tabungan ini selain disimpan untuk mencapai cita-cita lima sampai 10 tahun mendatang, berguna pula bila ada kebutuhan mendesak. Seperti biaya rumah sakit, atau bisa dipakai untuk tujuan jangka pendek seperti berlibur ke luar negeri.

5. No minimum payment
Punya kartu kredit enggak dosa. Bila dimanfaatkan secara tepat, Anda tidak akan terlilit utang kartu kredit. Apalagi sampai menjadi korban debt collector, duh... jangan sampai deh. Agar tidak terjerat, segera lunasi tagihannya setiap bulan. Siapkan dana di rekening untuk membayar setiap tagihan yang datang. Sekali lagi, bayar lunas ya. Jangan hanya membayar minimal tagihan. Semakin kecil Anda membayar tagihan bulanan, semakin lama lunasnya.

6. Investasi masa tua
Hidup bukan hanya untuk hari ini, melainkan juga untuk masa depan. Masa tua mungkin masih jauh di awang-awang, tapi tak ada salahnya dipikirkan dari sekarang agar masa tua Anda tetap kaya. Salah satunya, dengan mencoba berinvestasi. Banyak cara yang mudah dan sesuai dengan kemampuan di awal bekerja. Misalnya, mengambil asuransi dan membeli reksa dana. Keduanya bisa hanya dengan membayar iuran di bawah Rp 500.000 per bulan. Tetapi hasilnya, bisa dipetik setelah 10-15 tahun kemudian, dengan jumlah berlipat.

7. Buka deposito
Selain tabungan yang bisa diambil setiap saat, ada baiknya punya tabungan berjangka alias deposito. Selain punya tabungan yang tak akan bisa dikutak-katik, simpanan ini juga bisa menjadi catatan tambahan yang berguna bila Anda ingin mengambil pinjaman rumah atau apartemen. Bagusnya sih dibuat berjangka setahun, dan saldonya ditambah lagi setiap tahun.

8. Tingkatkan kemampuan
Usia 20-an adalah saat yang tepat untuk meningkatkan keahlian dan pendidikan, yang akan mendukung karier di masa depan. Berinvestasi di bidang pendidikan tak akan sia-sia. Ambil berbagai kursus ketrampilan, dan jangan berhenti hanya kuliah di tingkat S1. Satu lagi yang sebaiknya dilakukan, perluas jaringan dengan bergaul. Senior Vice President Kelly Services Asia Pacific, lembaga perekrutan tenaga kerja internasional, Dhirendra Shantilal berkata, saat ini banyak perusahaan mencari karyawan plus. Alias selain berpendidikan tinggi, menguasai banyak bahasa, juga aktif di berbagai organisasi.

9. Nikmati hidup
Mengatur keuangan sendiri bukan berarti Anda tidak bisa bersenang-senang. Anda bisa membiayai traveling dari tabungan atau traveling murah karena punya banyak teman. Atau mengambil kursus bahasa sambil berkenalan dengan orang baru. Pokoknya buat kenangan indah dengan bertemu orang baru, dan mencoba hal-hal baru. Hal-hal seperti ini bisa menjadi investasi juga lho, banyak teman dapat rezeki, begitu kata orangtua. Yang penting, hindari mengambil pinjaman untuk biaya senang-senang. Anda bisa kreatif mencari hiburan tanpa mengeluarkan banyak uang.

(CHIC/Erika Paula)
Sumber:http://female.kompas.com/read/2011/05/20/12212693/ingin-muda-dan-kaya-raya

Rabu, 13 April 2011

Tips Cerdas Untuk Menjadi Orang Kaya

"Kekayaan adalah apa yang Anda akumulasikan, bukan yang Anda belanjakan," begitu kata Thomas Stanley dan William Danko, penulis buku The Millionaire Next Door. Untuk mencapai kekayaan ini, ternyata tidak banyak yang perlu Anda lakukan. Anda hanya perlu mengubah kebiasaan yang semula tidak menghargai uang menjadi lebih menghargainya. Stanley dan Danko mengungkapkannya dalam tujuh cara berikut ini:

1. Hidup sederhana. Orang-orang dengan penghasilan tinggi yang membelanjakan seluruh uangnya untuk bersenang-senang tak bisa dianggap orang kaya. Mereka ceroboh karena hanya hidup untuk hari ini. Anda tentu masih ingat bukan dengan pepatah "Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian"? Jadi, hiduplah sederhana pada hari ini agar bisa menikmati hidup Anda nanti.

2. Membuat perencanaan. Perencanaan dilakukan tidak hanya dalam periode satu tahun, misalnya, tetapi selamanya. Dan, hiduplah sesuai dengan perencanaan Anda tersebut hari ini, besok, bahkan sampai 30 tahun berikutnya. Luangkan waktu untuk membuat perencanaan ini dan awasi perencanaan itu setiap hari. Gunakan budget dan tetaplah berpegang pada budget tersebut.

3. Lakukan diversifikasi. Leslie Lassiter, Direktur Pelaksana JP Morgan Private Wealth Management, mengatakan, orang-orang kaya biasa membuat diversifikasi untuk investasi mereka. Cara ini membuat mereka lebih fleksibel untuk bertahan pada masa-masa sulit. "Klien yang paling kaya memiliki portofolio yang sangat bervariasi, yang bukan sekadar saham, obligasi, melainkan juga hedge funds, mata uang, dan komoditas," katanya. Ada banyak reksadana yang memungkinkan Anda mendapatkan tipe kelas-kelas aset.

4. Kurangi penggunaan kredit dan beralihlah ke tunai. Orang-orang kaya tentu bisa saja membeli rumah atau mobil mewah secara tunai. Namun, kita yang mempunyai penghasilan rata-rata pun bisa meniru kebiasaan ini. Bayarlah barang-barang yang Anda inginkan secara tunai. Itu artinya: bila tak ada uang tunai, tak perlu membeli barang tersebut. Menumpuk utang kartu kredit untuk barang-barang mahal atau liburan yang mewah tak akan membuat Anda menjadi kaya.

5. Miliki akses ke uang tunai. Meskipun telah menginvestasikan sebagian uangnya, orang kaya masih bisa memiliki uang tunai ketika membutuhkannya. Jadi, ketika ada kebutuhan mendadak, Anda tidak kesulitan untuk memenuhinya.

6. Sebarkan tabungan tunai Anda. Simpan uang Anda dalam beberapa tabungan yang berbeda. Cara seperti ini akan membantu Anda untuk mengatur budget. Misalnya, satu rekening bank digunakan sebagai biaya operasional sehari-hari. Rekening lainnya untuk tabungan hari tua, dana pendidikan, dana liburan, dan lain sebagainya. Menggunakan beberapa akun di bank juga memungkinkan Anda mendapatkan manfaat yang berbeda-beda.

7. Ajarkan anak untuk menabung dan bagaimana mengelola keuangannya. Bila orangtua bisa memberi contoh tidak berperilaku konsumtif, anak akan meniru. Orangtua yang tidak konsumtif memiliki pola pikir gengsi bukan terletak pada merek atau jumlah barang yang dimiliki. Orangtua akan mengajarkan anak-anak membeli barang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan demikian, anak akan lebih menghargai uang dan lebih cerdas mengatur keuangannya.

Sumber: Financially Fit
"Kekayaan adalah apa yang Anda akumulasikan, bukan yang Anda belanjakan," begitu kata Thomas Stanley dan William Danko, penulis buku The Millionaire Next Door. Untuk mencapai kekayaan ini, ternyata tidak banyak yang perlu Anda lakukan. Anda hanya perlu mengubah kebiasaan yang semula tidak menghargai uang menjadi lebih menghargainya. Stanley dan Danko mengungkapkannya dalam tujuh cara berikut ini:

1. Hidup sederhana. Orang-orang dengan penghasilan tinggi yang membelanjakan seluruh uangnya untuk bersenang-senang tak bisa dianggap orang kaya. Mereka ceroboh karena hanya hidup untuk hari ini. Anda tentu masih ingat bukan dengan pepatah "Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian"? Jadi, hiduplah sederhana pada hari ini agar bisa menikmati hidup Anda nanti.

2. Membuat perencanaan. Perencanaan dilakukan tidak hanya dalam periode satu tahun, misalnya, tetapi selamanya. Dan, hiduplah sesuai dengan perencanaan Anda tersebut hari ini, besok, bahkan sampai 30 tahun berikutnya. Luangkan waktu untuk membuat perencanaan ini dan awasi perencanaan itu setiap hari. Gunakan budget dan tetaplah berpegang pada budget tersebut.

3. Lakukan diversifikasi. Leslie Lassiter, Direktur Pelaksana JP Morgan Private Wealth Management, mengatakan, orang-orang kaya biasa membuat diversifikasi untuk investasi mereka. Cara ini membuat mereka lebih fleksibel untuk bertahan pada masa-masa sulit. "Klien yang paling kaya memiliki portofolio yang sangat bervariasi, yang bukan sekadar saham, obligasi, melainkan juga hedge funds, mata uang, dan komoditas," katanya. Ada banyak reksadana yang memungkinkan Anda mendapatkan tipe kelas-kelas aset.

4. Kurangi penggunaan kredit dan beralihlah ke tunai. Orang-orang kaya tentu bisa saja membeli rumah atau mobil mewah secara tunai. Namun, kita yang mempunyai penghasilan rata-rata pun bisa meniru kebiasaan ini. Bayarlah barang-barang yang Anda inginkan secara tunai. Itu artinya: bila tak ada uang tunai, tak perlu membeli barang tersebut. Menumpuk utang kartu kredit untuk barang-barang mahal atau liburan yang mewah tak akan membuat Anda menjadi kaya.

5. Miliki akses ke uang tunai. Meskipun telah menginvestasikan sebagian uangnya, orang kaya masih bisa memiliki uang tunai ketika membutuhkannya. Jadi, ketika ada kebutuhan mendadak, Anda tidak kesulitan untuk memenuhinya.

6. Sebarkan tabungan tunai Anda. Simpan uang Anda dalam beberapa tabungan yang berbeda. Cara seperti ini akan membantu Anda untuk mengatur budget. Misalnya, satu rekening bank digunakan sebagai biaya operasional sehari-hari. Rekening lainnya untuk tabungan hari tua, dana pendidikan, dana liburan, dan lain sebagainya. Menggunakan beberapa akun di bank juga memungkinkan Anda mendapatkan manfaat yang berbeda-beda.

7. Ajarkan anak untuk menabung dan bagaimana mengelola keuangannya. Bila orangtua bisa memberi contoh tidak berperilaku konsumtif, anak akan meniru. Orangtua yang tidak konsumtif memiliki pola pikir gengsi bukan terletak pada merek atau jumlah barang yang dimiliki. Orangtua akan mengajarkan anak-anak membeli barang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan demikian, anak akan lebih menghargai uang dan lebih cerdas mengatur keuangannya.

Sumber: Financially Fit

Kamis, 10 Maret 2011

Atasi Jerat Kartu Kredit

Memang kartu kredit adalah sarana perbankan yang bisa memudahkan Anda dalam berbelanja. Akan tetapi bunga kartu kredit yang tinggi membuat bank ‘senang sekali’ membujuk nasabah untuk terus menggesek kartunya, sehingga mendapatkan penghasilan dari bunga.

Fauziah Arsiyanti Fauzan, Financial Planner First Principal Financial Singapore, mengingatkan, kartu kredit merupakan bentuk pinjaman dengan bunga tertinggi. Bunganya berkisar antara 3–3,75 persen per bulan. Dalam setahun, bisa mencapai 36-45 persen. Rasanya tak ada investasi yang bisa memberikan return setinggi itu dalam setahun. Kalaupun ada, pastinya jenis investasi yang berisiko tinggi, dan tidak setiap tahun menghasilkan return seperti itu.

Segera bayar lunas semua utang kartu kredit Anda. Kurangi juga jumlah kepemilikan kartu kredit. Cukup satu kartu. "Ubah mind set Anda, bahwa kartu kredit bukanlah ‘source of income’ yang bisa menjadi tambahan uang belanja, tapi kartu kredit adalah utang yang bisa digunakan dalam keadaan emergency, bukan untuk membiayai gaya hidup anda sehari-hari," ujarnya.

Yang terpenting adalah tidak mudah terbujuk tawaran bank. Sebab, bank biasanya mengeluarkan jurus-jurus ampuh ketika ada nasabah yang ingin menutup kartu seperti memberi promosi gratis iuran bulanan. "Jika sudah memutuskan menutup kartu kredit, lebih baik Anda tidak mudah terbujuk tawaran dari bank." (adi)

Sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/178287-melepas-jerat-kartu-kredit
Memang kartu kredit adalah sarana perbankan yang bisa memudahkan Anda dalam berbelanja. Akan tetapi bunga kartu kredit yang tinggi membuat bank ‘senang sekali’ membujuk nasabah untuk terus menggesek kartunya, sehingga mendapatkan penghasilan dari bunga.

Fauziah Arsiyanti Fauzan, Financial Planner First Principal Financial Singapore, mengingatkan, kartu kredit merupakan bentuk pinjaman dengan bunga tertinggi. Bunganya berkisar antara 3–3,75 persen per bulan. Dalam setahun, bisa mencapai 36-45 persen. Rasanya tak ada investasi yang bisa memberikan return setinggi itu dalam setahun. Kalaupun ada, pastinya jenis investasi yang berisiko tinggi, dan tidak setiap tahun menghasilkan return seperti itu.

Segera bayar lunas semua utang kartu kredit Anda. Kurangi juga jumlah kepemilikan kartu kredit. Cukup satu kartu. "Ubah mind set Anda, bahwa kartu kredit bukanlah ‘source of income’ yang bisa menjadi tambahan uang belanja, tapi kartu kredit adalah utang yang bisa digunakan dalam keadaan emergency, bukan untuk membiayai gaya hidup anda sehari-hari," ujarnya.

Yang terpenting adalah tidak mudah terbujuk tawaran bank. Sebab, bank biasanya mengeluarkan jurus-jurus ampuh ketika ada nasabah yang ingin menutup kartu seperti memberi promosi gratis iuran bulanan. "Jika sudah memutuskan menutup kartu kredit, lebih baik Anda tidak mudah terbujuk tawaran dari bank." (adi)

Sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/178287-melepas-jerat-kartu-kredit
 
Planet Stylista Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template