Tampilkan postingan dengan label Resep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resep. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Ramuan Alami Saat Kelurga Tercinta Pilek

Cuaca tak menentu mudah mendatangkan penyakit kepada anak, termasuk gejala pilek. Jika sudah terserang flu, sebaiknya anak beristirahat di rumah. Sambil istirahat Anda bisa membuatkan ramuan alami untuk menghangatkan tubuhnya. Inilah yang kerap dilakukan Chef Rina Poerwadi saat putrinya, Stephanie Alexandra Rich, terserang flu. Profesinya sebagai praktisi Holistic Natural Health dan instruktur memasak di komunitas Mom Can Cook membuat Rina tak henti bereksplorasi dengan minuman herbal dan makanan sehat untuk anak-anak. Salah satunya, resep minuman herbal yang juga dimuat dalam buku perdananya, Hidangan Favorit Anak.

Rina membuatkan teh jahe yang harus diminum Stephanie tiga kali sehari saat flu. "Berikan anak teh jahe dalam cangkir kecil, tiga kali sehari saat terserang pilek. Teh jahe akan membuat tubuh hangat dan pilek tidak menjalar ke batuk," jelasnya.

Sederhana saja cara membuatnya. Siapkan bahan 250 gr jahe segar, kupas, memarkan. Bahan lainnya, air satu liter, setengah cangkir air panas, satu iris jeruk lemon, dan satu sendok teh madu. Cara menyiapkannya:

1. Rebus jahe dengan air hingga mendidih, lalu angkat jahe saat berwarna kemerahan.
2. Biarkan air jahe dingin, masukkan ke dalam botol, tutup rapat. Simpan dalam lemari es.
3. Campur setengah cangkir teh jahe dingin dengan air panas, jeruk lemon, dan madu. Aduk hingga rata dan hidangkan.

Sumber:http://female.kompas.com/read/2011/04/03/18524460/Ramuan.Alami.Saat.Si.Kecil.Pilek
Cuaca tak menentu mudah mendatangkan penyakit kepada anak, termasuk gejala pilek. Jika sudah terserang flu, sebaiknya anak beristirahat di rumah. Sambil istirahat Anda bisa membuatkan ramuan alami untuk menghangatkan tubuhnya. Inilah yang kerap dilakukan Chef Rina Poerwadi saat putrinya, Stephanie Alexandra Rich, terserang flu. Profesinya sebagai praktisi Holistic Natural Health dan instruktur memasak di komunitas Mom Can Cook membuat Rina tak henti bereksplorasi dengan minuman herbal dan makanan sehat untuk anak-anak. Salah satunya, resep minuman herbal yang juga dimuat dalam buku perdananya, Hidangan Favorit Anak.

Rina membuatkan teh jahe yang harus diminum Stephanie tiga kali sehari saat flu. "Berikan anak teh jahe dalam cangkir kecil, tiga kali sehari saat terserang pilek. Teh jahe akan membuat tubuh hangat dan pilek tidak menjalar ke batuk," jelasnya.

Sederhana saja cara membuatnya. Siapkan bahan 250 gr jahe segar, kupas, memarkan. Bahan lainnya, air satu liter, setengah cangkir air panas, satu iris jeruk lemon, dan satu sendok teh madu. Cara menyiapkannya:

1. Rebus jahe dengan air hingga mendidih, lalu angkat jahe saat berwarna kemerahan.
2. Biarkan air jahe dingin, masukkan ke dalam botol, tutup rapat. Simpan dalam lemari es.
3. Campur setengah cangkir teh jahe dingin dengan air panas, jeruk lemon, dan madu. Aduk hingga rata dan hidangkan.

Sumber:http://female.kompas.com/read/2011/04/03/18524460/Ramuan.Alami.Saat.Si.Kecil.Pilek

Kamis, 17 Maret 2011

Resep Makanan Olahan Susu untuk Anak

Susu dibutuhkan di segala usia, mulai anak hingga dewasa. Jika anak Anda menolak minum susu, kenalkan susu dengan menyampurkannya dalam masakan. Mengkreasikan susu dalam berbagai bentuk hidangan juga bisa membantu Anda memenuhi asupan gizi dan nutrisi anak agar pertumbuhannya optimal.

"Setiap golongan umur membutuhkan susu. Pilih susu yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda di setiap usia. Susu dibutuhkan anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, karena itu ibu perlu berkreasi dalam menyiapkan hidangan. Yang penting ibu memastikan nutrisi dalam makanan terpenuhi. Susu tak harus diberikan dalam bentuk cairan," jelas ahli gizi, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, saat acara "Sustagen 100 persen Nutrition Day Gathering" di fX, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Mengkreasikan susu dalam berbagai bentuk hidangan juga bisa menjadi pilihan ibu dalam memenuhi kebutuhan susu. Dr Fia menambahkan, susu bisa diolah menjadi es krim, agar-agar, atau campuran makaroni. Susu menjadi pelengkap makanan dan nutrisi di segala usia. "Jangan putus memberikan susu pada anak terutama lima tahun pertama usianya, atau masa golden age. Setelah dua tahun anak tetap perlu diberikan susu agar tidak mengalami laktos-intoleran, supaya saat minum susu nantinya anak tidak diare," lanjutnya. 

Untuk mengatasi anak sulit minum susu, kenalkan lebih dahulu rasa susu dalam makanan. Atau kreasikan menu dengan campuran susu agar anak terbiasa. Dengan begitu, anak akan mulai terbiasa dengan susu dan tak menolak saat diberikan susu cair. Chef Haryo Pramoe membagi resep mengolah susu dalam makanan untuk anak-anak.

Nasi dengan kacang polong, wortel, jagung, dan buncis, menjadi menu pertama. Cacah bahan makanan dalam ukuran kecil dalam menyiapkan hidangan anak. Porsi yang mini membuat makanan terlihat lebih menarik bagi anak-anak, apalagi jika dihias atau dibentuk dengan cetakan makanan yang menarik perhatian. Menu pertama ini sangat sederhana, seperti membuat nasi goreng, katanya. Bahannya terdiri atas 100 gr nasi putih pulen, 10 gr campuran sayur seperti kacang polong, wortel, jagung, dan buncis yang sudah dicacah dan direbus, 1 sendok teh susu bubuk, setengah bawang putih, setengah sendok teh mentega, garam, dan lada secukupnya. Lalu panaskan mentega di wajan, dan aduk semua bahan di dalamnya. Kemudian dinginkan dan cetak dengan menggunakan food shaper (bila diinginkan).

"Hias makanan sesuai kreasi, misalnya tambahkan potongan wortel sebagai mata pada cetakan makanan tadi. Selain menarik, makanan juga sehat dengan tambahan sayuran," lanjut Chef Haryo. 

Menu kedua dari Chef Haryo adalah kentang tumbuk dengan beef teriyaki. Bahannya dua buah kentang kupas, lalu rebus hingga lunak, garam, dan lada putih secukupnya, satu sendok makan susu bubuk, 10 gr keju parut, setengah sendok teh mentega, daging secukupnya (sebagai pendamping kentang) yang dipotong tipis. Cara membuatnya, campurkan kentang selagi panas dengan semua bahan, tambahkan sedikit air, dinginkan kentang sebelum dibentuk dengan food shaper. Sebagai pendamping menu utama, goreng potongan daging hingga matang, lalu tuangkan saus teriyaki. Terakhir, tambahkan irisan bawang bombay. 

Dua menu praktis dengan campuran susu bubuk ini praktis dibuat, hanya dalam 10 menit saja, jadi cocok untuk sarapan atau sebagai bekal anak ke sekolah.

Sumber:http://female.kompas.com/read/2011/03/28/13174617/Mengolah.Susu.agar.Nutrisi.Anak.Terpenuhi 

Susu dibutuhkan di segala usia, mulai anak hingga dewasa. Jika anak Anda menolak minum susu, kenalkan susu dengan menyampurkannya dalam masakan. Mengkreasikan susu dalam berbagai bentuk hidangan juga bisa membantu Anda memenuhi asupan gizi dan nutrisi anak agar pertumbuhannya optimal.

"Setiap golongan umur membutuhkan susu. Pilih susu yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda di setiap usia. Susu dibutuhkan anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, karena itu ibu perlu berkreasi dalam menyiapkan hidangan. Yang penting ibu memastikan nutrisi dalam makanan terpenuhi. Susu tak harus diberikan dalam bentuk cairan," jelas ahli gizi, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, saat acara "Sustagen 100 persen Nutrition Day Gathering" di fX, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Mengkreasikan susu dalam berbagai bentuk hidangan juga bisa menjadi pilihan ibu dalam memenuhi kebutuhan susu. Dr Fia menambahkan, susu bisa diolah menjadi es krim, agar-agar, atau campuran makaroni. Susu menjadi pelengkap makanan dan nutrisi di segala usia. "Jangan putus memberikan susu pada anak terutama lima tahun pertama usianya, atau masa golden age. Setelah dua tahun anak tetap perlu diberikan susu agar tidak mengalami laktos-intoleran, supaya saat minum susu nantinya anak tidak diare," lanjutnya. 

Untuk mengatasi anak sulit minum susu, kenalkan lebih dahulu rasa susu dalam makanan. Atau kreasikan menu dengan campuran susu agar anak terbiasa. Dengan begitu, anak akan mulai terbiasa dengan susu dan tak menolak saat diberikan susu cair. Chef Haryo Pramoe membagi resep mengolah susu dalam makanan untuk anak-anak.

Nasi dengan kacang polong, wortel, jagung, dan buncis, menjadi menu pertama. Cacah bahan makanan dalam ukuran kecil dalam menyiapkan hidangan anak. Porsi yang mini membuat makanan terlihat lebih menarik bagi anak-anak, apalagi jika dihias atau dibentuk dengan cetakan makanan yang menarik perhatian. Menu pertama ini sangat sederhana, seperti membuat nasi goreng, katanya. Bahannya terdiri atas 100 gr nasi putih pulen, 10 gr campuran sayur seperti kacang polong, wortel, jagung, dan buncis yang sudah dicacah dan direbus, 1 sendok teh susu bubuk, setengah bawang putih, setengah sendok teh mentega, garam, dan lada secukupnya. Lalu panaskan mentega di wajan, dan aduk semua bahan di dalamnya. Kemudian dinginkan dan cetak dengan menggunakan food shaper (bila diinginkan).

"Hias makanan sesuai kreasi, misalnya tambahkan potongan wortel sebagai mata pada cetakan makanan tadi. Selain menarik, makanan juga sehat dengan tambahan sayuran," lanjut Chef Haryo. 

Menu kedua dari Chef Haryo adalah kentang tumbuk dengan beef teriyaki. Bahannya dua buah kentang kupas, lalu rebus hingga lunak, garam, dan lada putih secukupnya, satu sendok makan susu bubuk, 10 gr keju parut, setengah sendok teh mentega, daging secukupnya (sebagai pendamping kentang) yang dipotong tipis. Cara membuatnya, campurkan kentang selagi panas dengan semua bahan, tambahkan sedikit air, dinginkan kentang sebelum dibentuk dengan food shaper. Sebagai pendamping menu utama, goreng potongan daging hingga matang, lalu tuangkan saus teriyaki. Terakhir, tambahkan irisan bawang bombay. 

Dua menu praktis dengan campuran susu bubuk ini praktis dibuat, hanya dalam 10 menit saja, jadi cocok untuk sarapan atau sebagai bekal anak ke sekolah.

Sumber:http://female.kompas.com/read/2011/03/28/13174617/Mengolah.Susu.agar.Nutrisi.Anak.Terpenuhi 

Selasa, 15 Maret 2011

Tips Memasak : Cara Mengolah Sayuran dan Buah Pahit

Variasi makanan tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk serat, setiap harinya. Beruntung, pilihan sayuran di negara tropis seperti Indonesia lebih banyak dan beragam, sehingga Anda bisa bereksperimen dengan berbagai macam sayuran. Bahkan untuk beberapa jenis sayuran yang pahit atau asam, Anda masih bisa menikmatinya bila mengolahnya dengan benar.

Daun pepaya
Percaya tidak, kandungan vitamin C pada daun pepaya jauh lebih tinggi daripada buahnya! Daun pepaya juga mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan diperlukan untuk memerangi radikal bebas dalam tubuh, menjaga kesehatan sistem kardiovaskular, dan memberikan perlindungan terhadap kanker usus besar. Selain itu daun pepaya mengandung vitamin A dan vitamin B yang diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah beberapa penyakit yang terjadi akibat penurunan kekebalan, seperti pilek dan batuk, infeksi, dan flu.

Oleh karena itu, sayang sekali jika berbagai manfaat ini terabaikan lantaran Anda tak tahan dengan rasa pahit daun pepaya. Lagipula, rasa pahit daun pepaya bisa berkurang jika saat mengolahnya digulung bersama daun mente segar. Anda bisa menikmati lalapan daun pepaya mentah dengan cara ini, tambah segar jika dicocolkan pada sambal.

Nah, jika Anda ingin menikmati bunga pepaya, kurangi rasa pahitnya dengan merebus bersama daun singkong atau buah tekokak (leunca).

Rebung
Selain nikmat disayur, rebung yang berasal dari tunas bambu muda, kaya serat pangan dan kalium. Rasa pahit pada rebung akan berkurang jika direbus dengan gula pasir. Caranya, iris tipis 500 gr rebung, lalu rebus irisan rebung ini 2-3 kali dengan 1-2 sdm gula pasir. Cara lainnya, setelah rebung dipotong, rendam rebung dengan air selama dua malam, lalu cuci dan rebus. Rebung juga akan terasa lebih lunak dengan cara pengolahan seperti ini. Supaya tidak dihinggapi serangga ketika merendam, berikan satu buah cabai merah.

Pare
Penelitian yang dilakukan di Jepang dan dimuat dalam majalah Kenko edisi September 2003 menunjukkan sejumlah manfaat buah pare. Di antaranya adalah melawan sel kanker (mencegah kanker payudara), menurunkan kadar gula darah, mengandung serat, vitamin C, karoten, dan kalium. Vitamin C yang terkandung di dalam 100 gr pare sekitar 120 ml. Vitamin C ini berfungsi untuk menjaga kecantikan kulit, yaitu mencegah kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sengatan ultra violet. Nah, untuk menikmati berbagai manfaat pare ini, kurangi rasa pahitnya agar lebih enak saat dikonsumsi. Caranya dengan merebus pare dalam air garam. Takarannya, rebus 500 gr buah pare yang sudah dibuang bijinya dengan 1 sdm garam.

Sumber: Disarikan dari buku Sambal, Sambal Colek dan Saus Cocol, Yasa Boga (Gramedia Pustaka Utama)

Variasi makanan tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk serat, setiap harinya. Beruntung, pilihan sayuran di negara tropis seperti Indonesia lebih banyak dan beragam, sehingga Anda bisa bereksperimen dengan berbagai macam sayuran. Bahkan untuk beberapa jenis sayuran yang pahit atau asam, Anda masih bisa menikmatinya bila mengolahnya dengan benar.

Daun pepaya
Percaya tidak, kandungan vitamin C pada daun pepaya jauh lebih tinggi daripada buahnya! Daun pepaya juga mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan diperlukan untuk memerangi radikal bebas dalam tubuh, menjaga kesehatan sistem kardiovaskular, dan memberikan perlindungan terhadap kanker usus besar. Selain itu daun pepaya mengandung vitamin A dan vitamin B yang diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah beberapa penyakit yang terjadi akibat penurunan kekebalan, seperti pilek dan batuk, infeksi, dan flu.

Oleh karena itu, sayang sekali jika berbagai manfaat ini terabaikan lantaran Anda tak tahan dengan rasa pahit daun pepaya. Lagipula, rasa pahit daun pepaya bisa berkurang jika saat mengolahnya digulung bersama daun mente segar. Anda bisa menikmati lalapan daun pepaya mentah dengan cara ini, tambah segar jika dicocolkan pada sambal.

Nah, jika Anda ingin menikmati bunga pepaya, kurangi rasa pahitnya dengan merebus bersama daun singkong atau buah tekokak (leunca).

Rebung
Selain nikmat disayur, rebung yang berasal dari tunas bambu muda, kaya serat pangan dan kalium. Rasa pahit pada rebung akan berkurang jika direbus dengan gula pasir. Caranya, iris tipis 500 gr rebung, lalu rebus irisan rebung ini 2-3 kali dengan 1-2 sdm gula pasir. Cara lainnya, setelah rebung dipotong, rendam rebung dengan air selama dua malam, lalu cuci dan rebus. Rebung juga akan terasa lebih lunak dengan cara pengolahan seperti ini. Supaya tidak dihinggapi serangga ketika merendam, berikan satu buah cabai merah.

Pare
Penelitian yang dilakukan di Jepang dan dimuat dalam majalah Kenko edisi September 2003 menunjukkan sejumlah manfaat buah pare. Di antaranya adalah melawan sel kanker (mencegah kanker payudara), menurunkan kadar gula darah, mengandung serat, vitamin C, karoten, dan kalium. Vitamin C yang terkandung di dalam 100 gr pare sekitar 120 ml. Vitamin C ini berfungsi untuk menjaga kecantikan kulit, yaitu mencegah kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sengatan ultra violet. Nah, untuk menikmati berbagai manfaat pare ini, kurangi rasa pahitnya agar lebih enak saat dikonsumsi. Caranya dengan merebus pare dalam air garam. Takarannya, rebus 500 gr buah pare yang sudah dibuang bijinya dengan 1 sdm garam.

Sumber: Disarikan dari buku Sambal, Sambal Colek dan Saus Cocol, Yasa Boga (Gramedia Pustaka Utama)

 
Planet Stylista Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template